Kompas.com - 06/12/2017, 21:48 WIB
Tulang sinterklas Tulang sinterklas
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com - Mitos tentang Santa Claus atau Sinterklas tetap hidup sampai kini. Namun, tahukah Anda bahwa Sinterklas memang benar-benar ada dan merupakan titisan dari Santo Nikolas, uskup atau pemuka agama Katholik pada abad ke-4?

Bila pada Oktober lalu, para arkeolog Turki menyebut telah menemukan makamnya; kali ini sebuah tulang panggul yang diklaim milik Santo Nikolas telah terbukti memiliki usia yang tepat.

Dilansir dari laman Telegraph, Rabu (6/12/2017), para peneliti dari Universitas Oxford menganalisis potongan tulang panggul yang diyakini milik Santo Nikolas menggunakan tes karbon radio.

Baca Juga: Sinterklas Nyata, Arkeolog Klaim Temukan Makamnya

Hasilnya, relikui tersebut memang berasal dari zaman ketika Santo Nikolas, yang meninggal pada tahun 343 SM, masih hidup.

Analisis umur tulang panggul ini dipimpin oleh Tom Higham dan Georges Kazan.

Meski menemukan bahwa usia tulang panggul sangat sesuai dengan catatan sejarah Santo Nikolas, para peneliti berkata bahwa hasil tes tidak dapat memberikan bukti siapa pemiliknya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Banyak relikui yang kita pelajari ternyata berasal dari periode yang berbeda. Fragmen tulang ini menunjukkan bahwa kita mungkin sedang melihat sisa peninggalan Santo Nikolas," jelas Hingham.

Kini, para periset berniat mencocokkan DNA tulang ini dengan tulang lain milik Santo Nikolas untuk mengetahui apakah tulang tersebut berasal dari tubuh yang sama atau tidak.

Baca Juga: Kisah 13 Tahun Peneliti Indonesia Sulap Logam Lokal Jadi Tulang Implan

Sebagian besar jenazah Santo Nikolas terkubur di Basilika di San Nicola, Bari, Italia, sejak 1087. Mereka dimakamkan di sebuah ruang bawah tanah di bawah altar marmer, tetapi selama bertahun-tahun relikui telah diperoleh gereja-gereja di seluruh dunia.

Sementara itu, 500 potongan tulang lainnya yang dianggap milik Santo Nikolas disimpan di Venisia.

Dr Kazan mengatakan, penemuan ini mendorong kita untuk mempelajari relikui di Bari dan Venisia dalam usaha untuk membuktikan apakah tulang panggul ini berasal dari individu yang sama. Kita bisa melakukan pengujian ini dengan palaeogenomik atau tes DNA.

"Sangat menyenangkan untuk bisa berpikir bahwa relikui ini, yang berasal dari waktu yang sangat kuno, mungkin asli," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Telegraph
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.