Teori Baru, Kehidupan Planet Berasal dari Debu Luar Angkasa - Kompas.com

Teori Baru, Kehidupan Planet Berasal dari Debu Luar Angkasa

Kompas.com - 22/11/2017, 17:05 WIB
Planet lain di luar tata surya. Planet lain di luar tata surya.

KOMPAS.com - Ada banyak teori soal dari mana kehidupan di bumi ini berasal.

Kali ini, para ilmuwan berhipotesis jika kehidupan di planet kita mungkin berasal dari partikel biologis yang dibawa oleh debu-debu luar angkasa.

Penelitian yang dilakukan oleh University of Edinburgh ini mengungkapkan bahwa aliran debu antar planet bergerak sangat cepat, sekitar 70 kilometer per detik.

Aliran yang terus menerus membombardir atmosfer kita ini bisa mengirimkan organisme dari alam yang planet lain ke bumi atau sebaliknya.

BACA: Planet Hangat Mengelilingi Tetangga Matahari, Bisakah Dihuni?

Bahkan, sebuah partikel kecil yang ada pada 150 kilometer atau lebih tinggi di atas permukaan bumi dapat diterbangkan melampaui batas gravitasi bumi oleh debu ruang angkasa dan akhirnya terpental mencapai planet lain.

"Aliran debu luar angkasa ditemukan di seluruh sistem planet dan bisa menjadi faktor umum dalam berkembangnya kehidupan," kata pemimpin penelitan Profesor Arjun Berera, peneliti dari Sekolah Tinggi Fisika dan Astronomi University of Edinburgdilansir dari Phys.org, Senin (20/11/2017).

Seperti kita tahu, beberapa bakteri, tumbuhan, dan hewan kecil yang disebut tardigrada dikenal mampu bertahan di luar angkasa.

BACA: Terungkap, Ini Sebab Planet Pluto Menjadi Lebih 'Adem'

Dipublikasikan di Astrobiology, teori tersebut menunjukkan bahwa dampak asteroid yang besar mungkin bukan satu-satunya mekanisme yang membuat kehidupan berpindah dari satu planet ke planet yang lain, seperti yang diperkirakan sebelumnya.

"Tabrakan debu di angkasa yang dapat mendorong organisme melewati jarak yang sangat jauh di antara planet-planet yang sangat jauh menimbulkan prospek baru yang menarik tentang bagaimana kehidupan dan atmosfer sebuah planet berasal. Aliran debu ruang angkasa bisa ditemukan di seluruh sistem planet dan menjadi faktor umum dalam kehidupan," jelas Barera.


EditorGloria Setyvani Putri
SumberPHYSORG
Komentar
Close Ads X