Kasus Langka, Seorang Anak Diduga Mati akibat Ganja

Kompas.com - 20/11/2017, 20:00 WIB
Ilustrasi ganja. ThinkstockphotosIlustrasi ganja.
|
EditorYunanto Wiji Utomo

Adanya bakteri bisa berkontribusi pada pembengkakan otot jantung.

Namun karena tes selanjutnya negatif, para peneliti mengatakan bahwa kemungkinan hasil ini positif palsu, karena kontaminasi sampel dengan bakteri dari tempat lain.

Para peneliti menduga, anak tersebut sudah berada di lingkungan pengguna ganja selama 6 jam. Dugaan lain, anak itu tanpa sengaja menghisapnya.

Biehler menegaskan laporan tersebut harus dipertimbangkan dan ditinjau dengan cermat

"Ini jelas mengenai bahwa seorang anak mungkin telah mengembangkan efek samping yang mematikan setelah terpapar zat yang telah tersedia secara lebih luas setelah legalisasi," katanya.

"Sangat penting bahwa penyedia layanan kesehatan, ahli kesehatan masyarakat, dan keluarga tetap memperhatikan risiko yang terkena zat - legal dan ilegal - pada anak-anak," kata Biehler.

Penelitian apakah ganja berhubungan dengan masalah jantung pada anak diperlukan.

Baca Juga : Kebun Ganja Legal, Rahasia, dan Megah Dibangun. Ini Gambaran Wajahnya

Di negara-negara di mana ganja legal, penting agar dokter tidak hanya menasihati orang tua untuk mencegah terpapar ganja, tetapi juga menjelaskan kemungkinan dampak ganja pada jantung.

Pada penelitian sebelumnya, ganja menyebabkan gejala serupa dengan yang terlihat pada anak laki-laki tersebut, mengantuk, lesu dan mual. Selain itu, diketahui bahwa ganja bisa memiliki beberapa efek pada jantung, seperti meningkatkan denyut jantung.

Pada tahun 2014, periset di Jerman menghubungkan penggunaan ganja dengan kematian dua pria muda. Keduanya meninggal karena komplikasi jantung. Laporan itu adalah yang pertama kali menghubungkan penggunaan ganja dengan kematian pada anak-anak.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X