Kompas.com - 17/11/2017, 12:10 WIB
|
EditorYunanto Wiji Utomo

Sebelumnya, ada penelitian yang mengemukakan bahwa pemikiran analitis dapat menghambat kepercayaan supranatural.

Penelitian pencitraan otak tesebut telah mengindikasikan rIFG, yang terletak di lobus frontal otak, berperan dalam penghambatan ini.

Namun, penelitian tidak membuktikan adanya perubahan kepercayaan pada sesuatu yang supranatural akibat pengaktifan rifG.

Oleh karena itu, terlalu dini untuk mengatakan keimanan seseorang berasal dari dorongan perasaan maupun pikiran logika.

"Keyakinan agama kemungkinan besar berakar pada budaya dan bukan pada intuisi primitif," kata Miguel Farias, dosen dan direktur studi psikologi di Universitas Oxford, seperti dikutip di Livescience.

Sementara itu, Nathan Cofnas, seorang mahasiswa doktor filsafat di Universitas Oxford yang tidak terlibat dalam penelitian, penemuan tentang keimanan tersebut masih belum final.

Baca Juga: Seperti Inilah Gambaran Otak Seorang Ekstremis Agama

Menurutnya, ada studi lain yang menunjukkan bahwa religiusitas merupakan bentuk warisan.

"Kami tahu dari penelitian orang kembar, gen cenderung memiliki pengaruh lebih besar daripada lingkungan terkait apakah seseorang menjadi religius atau tidak saat usia dewasa," katanya.

Untuk itu, pasti terjadi beberapa mekanisme psikologis yang bervariasi di antara orang-orang dan dikaitkan dengan tingkat religiusitas yang berbeda.

Lain lagi dengan penganut atheis yang dianggap lebih pintar dari orang-orang religius.

"Alasan untuk ini tidak sepenuhnya jelas, tapi mungkin saja orang yang lebih cerdas cenderung menolak agama setelah melakukan olah pikiran yang rasional," kata Cofnas.

Mungkin benar bahwa faktor sosial dan pendidikan memainkan peran penting dalam kepercayaan religius seseorang, namun tidak menutup kemungkinan faktor dasar kognitif inti juga berperan serta.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.