Kompas.com - 17/11/2017, 12:10 WIB
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com- Darimana asalnya iman seseorang? Apakah lahir dari dorongan hati dan olah pikiran seseorang? Studi terbaru menunjukan bukan dua-duanya. 

Pandagan umum dalam psikologi menyatakan, iman seseorang merupakan bentuk dari dorongan intuisi.

Namun, hal tersebut dibantah dalam studi terbaru yang dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Oxford.

Peneliti melakukan tiga percobaan. Eksperimen pertama dilakukan pada 89 peziarah Camino de Santiago.

Peneliti menanyakan kepercayaan para peziarah dan lama mereka berziarah. Para peziarah juga menjawab pertanyaan yang menilai tingkat pemikiran logis dan intuisi.

Hasilnya, tidak ada hubungan antara keyakinan agama dan intuisi.

Uji coba kedua dilakukan terhadap 37 orang dari Inggris. Mereka harus mencoba memecahkan teka-teki matematika yang dirancang untuk mengukur intuisi, dan juga menilai tingkat kepercayaan supranatural mereka.

Namun, penelitian membuktikan, tidak ada hubungan antara keduanya.

Baca Juga: Agama Gajah Mada dan Majapahit yang Sebenarnya Akhirnya Diungkap

Yang terakhir, peneliti mencoba menganalisa apa yang ada di dalam otak para 'orang beriman' tersebut.

Elektroda dipasang pada 90 kepala relawan. Lalu, untuk merangsang lonjakan kognitif, peneliti mengaktifkan rifG (right Inferior Frontal Gyrus) peserta.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.