Kompas.com - 16/11/2017, 17:20 WIB
|
EditorResa Eka Ayu Sartika

Nah, karena jumlah otolithnya kurang, para peneliti memutuskan untuk menggunakan garis lingkaran pertumbuhan yang terbentuk pada vertebra tulang rawan hiu.

Sayangnya, metode ini juga bukan cara yang efektif dan valid untuk mengetahui umur hiu. George Burgess, mantan direktur Program Penelitian Hiu di Florida Museum of Natural History berkata bahwa semakin tua hiu, semakin sedikit lingkaran pertumbuhan yang berkorespondensi dengan usianya.

Daripada kedua metode di atas, yang lebih baik adalah kolaborasi bom karbon dengan fluorochrome kimia untuk meneliti usia hiu. 

"Hal ini terbukti lebih akurat daripada metode tradisional yang menghitung pertumbuhan ruas tulang belakang di hewan vertebrata," ujar Harry dikutip dari National Geographic, Selasa (14/11/2017).

Baca Juga: Hiu Ini Luar Biasa, Umurnya 272 Tahun, Vertebrata Terpanjang di Dunia

Para peneliti bisa menguji radiasi isotop karbon (isotop dari zat radioaktif yang dapat memancarkan radiasi, red) pada pertumbuhan ruas ikan hiu. Isotop ini bertindak sebagai "stempel waktu" bagi hiu yang hidup saat terjadi pengeboman nuklir pada 1950-an hingga 1960-an.

Ada masalah ke depan

Dari penelitian yang dilakukan Harry, bukti menunjukkan bahwa penghitungan umur hiu memerlukan perhatian lebih.

"Saya tidak ragu lagi bahwa ikan-ikan ini punya usia yang lebih panjang daripada yang ditemukan dengan metode penghitungan ruas (indikasi), dan itu sangat perlu perhatian," ujar Burgess.

Baca Juga: Hiu Putih Selfie dengan Kamera Penelitian, Ini Penjelasannya

Dia menjelaskan, para petugas konservasi biasanya mendasarkan rentang hidup hiu melalui penghitungan ruas. Meremehkan penghitungan usia hiu akan berdampak pada penurunan jumlah spesies itu.

Sebagai contoh adalah ikan Hoplostethus atlanticus. Sebelumnya, ikan laut tersebut diperkirakan hidup sampai umur 30 tahun, dan panduan memancing dibuat berdasarkan itu. Namun ternyata, banyak dari ikan ini yang melewati umur 100 tahun dan mereka butuh waktu lebih lama untuk mencapai kematangan seksual dan bereproduksi.

Alhasil, hingga kini spesies berharga ini belum bisa keluar dari masalah penangkapan yang berlebih.

Oleh karena itu, Burgess pun mendorong para peneliti untuk terus melakukan studi terhadap usia hiu. Dari total 1.200 spesies hiu, dia berkata bahwa baru lusinan saja yang sudah dipelajari.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.