Kompas.com - 13/11/2017, 20:34 WIB
Saat kepiting bakau jantan bertarung, kepiting yang menang sering kali mengejek pecundang dengan tarian dari gerakan capit.
Saat kepiting bakau jantan bertarung, kepiting yang menang sering kali mengejek pecundang dengan tarian dari gerakan capit.
|
EditorResa Eka Ayu Sartika

KOMPAS.com - Beberapa hewan jantan dikenal dapat melakukan gerakan tertentu untuk menarik perhatian lawan jenisnya.

Uniknya, beberapa kepiting jantan justru melakukan "tarian" khusus bukan untuk mencuri perhatian kepiting betina yang diincarnya. Mereka melakukan tarian untuk pejantan lain yang berhasil dikalahkan dalam petarungan.

Menurut penelitian terbaru, hal ini dilakukan agar kepiting yang kalah tidak kembali dalam pertempuran. Ilmuwan menduga gerakan itu dimaksudkan untuk mengintimidasi kepiting yang kalah dalam pertarungan.

Kalau diibaratkan dalam kehidupan manusia, hal yang seperti ini biasanya dapat dinikmati ketika seorang pemain sepak bola berhasil membobol gawang lawannya alias selebrasi.

Baca Juga: Aneh tapi Nyata, Kepiting Kelapa Raksasa Serang dan Makan Burung

Belum lama ini, Paul Z. Chen, Roman L. Carraso, Peter K. L. Ng, mengajukan gagasan itu untuk diuji pada Perisesarma eumolpe, jenis kepiting bakau berwarna yang berasal dari Asia Tenggara. Hasilnya sudah dipublikasikan di jurnal Ethology pada Kamis (12/10/2017).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Para ilmuwan tersebut menganalisis bagaimana saingan kepiting tersebut merespon tarian pemenang. Dilansir dari laman Live Science, Sabtu (11/11/2017), saat seekor kepiting melakukan gerakan sombong untuk mengejek, kemungkinan besar pesaingnya akan berakhir pada kekalahan.

Dalam kasus kepiting bakau, tarian yang dilakukannya memang agak kurang terlihat. Seekor pejantan mengubah salah satu capit depannya yang besar dan kemudian menggerakkan capit depannya yang lain ke atas dan ke bawah dengan cepat.

Secara kasat mata, gerakan ini seperti menunjukkan sinyal visual dan mungkin berirama.

Untuk mengevaluasi perilaku kepiting ini, para peneliti mendirikan arena tempur dan memasangkan kepiting jantan secara acak. Mereka merekam 27 uji coba kontes dari 77 pertempuran. Pertarungan ini mencetak agresi kepiting pada skala 0 sampai 3.

Sekitar 55 persen dari pertempuran awal, berakhir dengan pemenang melakukan tarian kemenangan yang mengejek lawannya. Kepiting yang kalah cenderung tidak terjun lagi jika lawannya sudah mengakhiri pertarungan dengan tarian kemenangan tersebut.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.