Kompas.com - 13/11/2017, 12:30 WIB
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com - Serangga yang dimaksud di sini adalah semut 'zombie'.

Sebuah penelitian terbaru yang sudah diterbitkan di jurnal PNAS secara online, menyoroti tanda-tanda misterius yang dialami oleh semut 'zombie', semut tukang kayu tropis (Camponotus rufipes) yang mati di dedaunan hutan tropis dan dipenuhi jamur parasit seluruh tubuhnya.

Disebut semut zombie, karena seluruh tubuh semut itu kaku dipenuhi selaput putih semacam jamur. Jamur parasit harus membunuh semut di luar sarangnya agar bisa mereproduksi dan menularkan infeksi, kemudian memastikan semua anggota koloni mati.

Jamur parasit ini masuk ke dalam tubuh semut hingga berujung pada kematian.

Baca Juga: Semut Neraka dari Zaman Purba, Penampakannya Sungguh Mirip Setan

Mengenaskannya, setelah inang semut mati, jamur semut 'zombie' akan tumbuh dari bangkai dan menghasilkan spora beracun. Ketika hujan turun, parasit ini akan mencari 'mangsa' baru dan menginfeksinya.

Cara kerja parasit bekerja membunuh serangga Cara kerja parasit bekerja membunuh serangga

 

Anda mungkin berpikir bahwa untuk melemahkan atau membunuh suatu organisme, yang diperlukan adalah mengendalikan otak atau isi kepalanya.

Hal ini pula yang awalnya diperkirakan oleh para ilmuwan. Jamur tadi masuk ke dalam semut dan menyerang otaknya.

Untuk menjawab rasa penasaran itu, para ilmuwan menggunakan aplikasi komputer 3D dan kecerdasan buatan. Hasilnya sangat mengejutkan. Perkiraan awal mereka meleset.

Jamur yang diberi nama Ophiocordyceps unilateralis ini ternyata menyerang seluruh tubuh semut dan isi kepala semut tetap utuh.

"Penyebabnya bukan di isi kepala. Ini dikendalikan dari luar," kata penulis utama dalam penelitian ini, Maridel Fredericksen, seperti dikutip dari National Geographic, Minggu, (12/11/2017).

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER SAINS] Perseverance Mars NASA Bidik Puing Pendaratannya | Puncak Hujan Meteor Perseid | Video Viral Anak SD Rambutnya Dipotong Guru

[POPULER SAINS] Perseverance Mars NASA Bidik Puing Pendaratannya | Puncak Hujan Meteor Perseid | Video Viral Anak SD Rambutnya Dipotong Guru

Oh Begitu
Penyakit Cacar Monyet Bisa Sembuh Sendiri, Ini Pengobatan hingga Pencegahan Penularannya

Penyakit Cacar Monyet Bisa Sembuh Sendiri, Ini Pengobatan hingga Pencegahan Penularannya

Kita
Darah Berwarna Merah tapi Kenapa Pembuluh Darah Berwarna Biru? Ini Penjelasan Sains

Darah Berwarna Merah tapi Kenapa Pembuluh Darah Berwarna Biru? Ini Penjelasan Sains

Oh Begitu
Benarkah Cacar Monyet Termasuk Penyakit Infeksi Menular Seksual? Dokter Jelaskan

Benarkah Cacar Monyet Termasuk Penyakit Infeksi Menular Seksual? Dokter Jelaskan

Kita
Jumlah Perokok Anak Masih Banyak, Kemenkes Desak Revisi PP Tembakau

Jumlah Perokok Anak Masih Banyak, Kemenkes Desak Revisi PP Tembakau

Kita
Kenapa Kucing Selalu Tidur dan Tampak Malas? Ini Penyebabnya

Kenapa Kucing Selalu Tidur dan Tampak Malas? Ini Penyebabnya

Oh Begitu
Kemenkes Pastikan Subvarian Omicron BA.4.6 Belum Ada di Indonesia

Kemenkes Pastikan Subvarian Omicron BA.4.6 Belum Ada di Indonesia

Oh Begitu
Waspada Gelombang Sangat Tinggi 6 Meter di Selatan Jawa pada 10-11 Agustus

Waspada Gelombang Sangat Tinggi 6 Meter di Selatan Jawa pada 10-11 Agustus

Fenomena
Puncak Hujan Meteor Perseid Terjadi 13 Agustus, Catat Waktu untuk Menyaksikannya

Puncak Hujan Meteor Perseid Terjadi 13 Agustus, Catat Waktu untuk Menyaksikannya

Fenomena
Gunung Ibu Alami Erupsi, Ini Rekomendasinya

Gunung Ibu Alami Erupsi, Ini Rekomendasinya

Oh Begitu
China Deteksi Virus Zoonosis Langya pada 35 Orang, Apa Gejalanya?

China Deteksi Virus Zoonosis Langya pada 35 Orang, Apa Gejalanya?

Oh Begitu
Laba-laba Ternyata Juga Tidur, Studi Ini Buktikan

Laba-laba Ternyata Juga Tidur, Studi Ini Buktikan

Oh Begitu
Kenapa Kulit Badak Tebal?

Kenapa Kulit Badak Tebal?

Oh Begitu
Siklon Tropis Mulan Berpotensi Picu Gelombang Tinggi Hari Ini

Siklon Tropis Mulan Berpotensi Picu Gelombang Tinggi Hari Ini

Oh Begitu
Studi Ungkap Tarsius, Primata Terkecil di Dunia Mampu Bernyanyi dengan Nada Tinggi

Studi Ungkap Tarsius, Primata Terkecil di Dunia Mampu Bernyanyi dengan Nada Tinggi

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.