Kompas.com - 06/11/2017, 19:08 WIB
Orangutan Batang Toru atau Tapanuli lebih dekat hubungannya dengan Orangutan Kalimantan daripada Orangutan Sumatera. Mereka hidup di sebuah hutan terisolasi yang ada di pegunungan Sumatera. Orangutan Batang Toru atau Tapanuli lebih dekat hubungannya dengan Orangutan Kalimantan daripada Orangutan Sumatera. Mereka hidup di sebuah hutan terisolasi yang ada di pegunungan Sumatera.
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com -- Berita soal ditemukannya orangutan tapanuli atau Pongo tapanuliensis menjadi kabar menggembirakan bagi dunia sains.

Namun, kabar penemuan spesies ini tampaknya juga akan menjadi penanda bagi para peneliti untuk bekerja lebih keras lagi.

Apa pasal? Tak beda jauh dengan kedua kerabatnya, orangutan tapanuli yang ditemukan di Batang Toru, sebuah kecamatan di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, ini diprediksi hanya tinggal 800 ekor saja di alam liar.

Mereka dibunuh sebagai hama pertanian, diburu untuk perdagangan hewan, serta terancam kehilangan habitatnya.

Ini artinya, waktu peneliti semakin sempit untuk mempelajari spesies yang baru teridentifikasi tersebut.

Baca juga : Spesies Orangutan Paling Langka di Dunia Ada di Indonesia, Ini Rupanya

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sejak tahun 2006, ahli biologi Gabriella Frediksson dari Program Konservasi Orangutan Sumatra telah mendorong pemerintah daerah untuk membebaskan hutan Batang Toru dari aktivitas yang menganggu aktivitas ekosistem, seperti penebangan kayu.

Usahanya membuahkan hasil setelah sekitar 85 persen hutan akhirnya dilindungi.

Sayangnya, ancaman lain datang ketika 15 persen hutan yang tidak terlindungi akan digunakan untuk bendungan pembangkit listrik tenaga air. Jika memang hal itu terjadi, bendungan itu akan membelah wilayah tempat tinggal orangutan batang toru menjadi lebih kecil lagi.

Akses jalan akan dibangun, jalur pembangkit tenaga air akan melintasi hutan, dan menyebabkan satwa liar yang terancam punah akan menuju kepunahannya lebih cepat lagi.

Perkembangan ini menghasilkan keuntungan jangka pendek, tapi akan menyebabkan kerusakan jangka panjang.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.