Kompas.com - 03/11/2017, 21:06 WIB
Orangutan Batang Toru atau Tapanuli lebih dekat hubungannya dengan Orangutan Kalimantan daripada Orangutan Sumatera. Mereka hidup di sebuah hutan terisolasi yang ada di pegunungan Sumatera. Orangutan Batang Toru atau Tapanuli lebih dekat hubungannya dengan Orangutan Kalimantan daripada Orangutan Sumatera. Mereka hidup di sebuah hutan terisolasi yang ada di pegunungan Sumatera.
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com — Empat tahun lalu, tepatnya 20 November 2013, program konservasi orangutan sumatera mendapat telepon tentang orangutan yang terluka di pegunungan Tapanuli.

"Ada luka di wajah, kepala, punggung, tangan, dan kakinya. Mereka bahkan menemukan peluru di dalam tubuhnya yang mengindikasikan siksaan dan percobaan pembunuhan oleh manusia" kenang peneliti Matt Nowak.

Delapan hari kemudian, orangutan bernama Raya tersebut meninggal.

Namun siapa sangka bahwa Raya merupakan salah satu anggota dari spesies orangutan yang baru ditemukan. Pongo tapanuliensis atau orangutan tapanuli atau orangutan batang toru adalah spesies kera besar paling langka di dunia.

BACA: Jokowi Izinkan Spesies Burung Baru Diberi Nama Iriana

Persebaran Orangutan Sumatera, Kalimantan, dan Tapanuli. Warna coklat tua: Orangutan Sumatera (Pongo abelii); coklat muda: Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus); ungu: Orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis).
Persebaran Orangutan Sumatera, Kalimantan, dan Tapanuli. Warna coklat tua: Orangutan Sumatera (Pongo abelii); coklat muda: Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus); ungu: Orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis).

Orangutan baru

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Beberapa hari yang lalu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengungkapkan telah menerima laporan mengenai spesies orangutan baru yang ditemukan di Tapanuli, Sumatera Utara.

"Genetiknya mirip (orangutan) kalimantan, tapi ditemukannya di Sumatera. Nanti saya lapor Pak Jokowi," kata Siti di kompleks Istana Kepresidenan, Senin (30/10/2017).

Ternyata, spesies yang dimaksud Siti adalah keluarga dan kerabat Raya.

Michael Krutzen, ahli genetika dari Universitas Zurich, Swiss, yang dikutip dari National Geographic, Jumat (3/11/2017), mengatakan, orangutan yang baru diidentifikasi ini (P tapanuliensis) ditemukan di dataran tinggi Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, tapi lebih mirip orangutan kalimantan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.