Kompas.com - 01/11/2017, 18:06 WIB
Ilustrasi cabai svf74Ilustrasi cabai
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com -- Ada kabar baik untuk para penggemar makanan pedas. Para peneliti baru saja menemukan bahwa makan makanan pedas bisa membantu menurunkan tekanan darah seseorang.

Studi korelasi antara makanan pedas dengan tekanan darah seseorang ini dilakukan oleh Third Military University di Chongqing, Tiongkok.

Dari hasil penelitian yang dilakukan, mereka mengungkapkan bahwa penikmat makanan pedas cenderung makan lebih sedikit garam sehingga memiliki tekanan darah rendah dibandingkan dengan orang yang kurang makan makanan pedas.

"Makanan pedas memodifikasi selera garam seseorang di otak. Menikmati makanan pedas akan secara signifikan mengurangi preferensi seseorang akan garam," kata Dr Zhiming Zhu, peneliti dari Third Military University di Chongqing, China, yang melakukan studi tersebut.

Baca juga : Kenapa Makan Mi Ekstra Pedas Bisa Sebabkan Tuli Sementara?

Dalam studi yang dilakukannya, Zhu merekrut sekitar 600 orang dewasa untuk mengonsumsi lebih banyak makanan pedas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Partisipan penelitian kemudian dibagi menjadi tiga kelompok: rendah, menengah dan tinggi. Pembagian ini berdasarkan tingkat preferensi mereka dalam menolerir larutan yang mengandung capsaicin, senyawa penghasil rasa pedas yang ditemukan pada cabai.

Hasilnya menunjukkan bahwa semakin seseorang menikmati rasa pedas, semakin sensitif pula lidahnya terhadap rasa asin. Akibatnya, selera makan untuk sesuatu yang terlalu asin pun ikut menurun.

Hal ini mungkin menjawab mengapa pecinta pedas cenderung mengkonsumsi lebih sedikit garam serta memiliki tekanan darah rendah dibandingkan orang yang tidak menyukai rasa pedas.

Baca juga : Mengapa Ada Orang yang Lebih Suka Rasa Asin?

Selanjutnya, untuk mengetahui lebih lanjut bagaimana seseorang bereaksi terhadap rasa pedas dan asin, para peneliti melakukan pemindaian otak pada partisipan saat mereka mencicipi kedua rasa tersebut.

Para peneliti memusatkan perhatian mereka pada dua daerah otak, insula dan orbitofrontal cortex, yang memiliki respons terhadap rasa asin.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.