Keajaiban dalam Alkitab Terbukti, Gerhana Terjadi 3.000 Tahun Lalu

Kompas.com - 31/10/2017, 20:06 WIB
Gerhana matahari total dari Maba, Halmahera Timur, Rabu (9/3/2016). Awan sedikit menutupi saat gerhana total terjadi.
KOMPAS/HERU SRI KUMOROGerhana matahari total dari Maba, Halmahera Timur, Rabu (9/3/2016). Awan sedikit menutupi saat gerhana total terjadi.
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com -- Berdasarkan Kitab Yosua di Perjanjian Lama, ilmuwan di Universitas Cambridge meyakini gerhana matahari terdokumentasi pertama kali 3.000 tahun lalu. Menurut para peneliti, gerhana terjadi pada tanggal 30 Oktober 1207 Sebelum Masehi (SM).

Profesor Sir Colin Humphrey, dari Jurusan Sains Material dan Metalurgi Universitas Cambridge, menjelasan salah satu teks di Kitab Yosua.

Saat Nabi Yosua berhasil memimpin orang Israel menuju Kanaan - daerah perbatasan antara Israel dan Palestina- Yosua berdoa: " Matahari, berhentilah di atas Gibeon dan engkau, bulan, di atas lembah Ayalon!". Maka berhentilah matahari dan bulanpun tidak bergerak, sampai bangsa itu membalaskan dendamnya kepada musuhnya.

Menurut Humphrey, bila apa yang ada di dalam doa Yosua adalah hasil pengamatannya langsung maka peristiwa astronomi sudah terjadi saat itu.

Humphrey dan koleganya, Graeme Waddington, melakukan verifikasi terkait terjemahan di Kitab Yosua tersebut.

Baca juga: Dibuat 2.000 Tahun Lalu, Komputer Super Prediksikan Gerhana Matahari

"Terkadang dalam terjemahan di bahasa Inggris diartikan bahwa matahari dan bulan berhenti bersinar. Tetapi setelah kita pelajari kitab asli Ibrani, artinya matahari dan bulan kondisinya tidak seperti biasanya, alias tidak bersinar," kata Humphrey seperti dilansir dari Telegraph, Senin (30/10/2017).

Sebetulnya, penemuan Humphrey terkait gerhana berdasarkan Kitab Yosua bukanlah yang pertama. Sebelumnya, para sejarawan juga melakukan studi tentang gerhana di Kitab Yosua.

Mereka menganggap bahwa masih terlalu dini untuk menyimpulkan peristiwa tersebut sebagai gerhana matahari, karena itu membutuhkan perhitungan yang rumit dan lama.

Penampakan gerhana matahari di pantai Talang Siring Pamekasan. KOMPAS.com/TAUFIQURRAHMAN Penampakan gerhana matahari di pantai Talang Siring Pamekasan.

Sejarawan juga cenderungnya menyimpulkannya sebagai gerhana total, dan bukan gerhana bulan, karena bulan melintas terlalu cepat di hadapan matahari dan cincin gerhana tidak terjadi.

Sementara itu, para peneliti di Cambridge mencoba mencari waktu dan tanggal peristiwa di Kitab Yosua tersebut.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Telegraph
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X