Kompas.com - 29/10/2017, 19:25 WIB
Sinosauropteryx Robert NichollsSinosauropteryx
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com – Teknik berkamuflase alias mengelabuhi mangsa nyatanya tak hanya ditemukan pada hewan modern. Cara bertahan hidup ini telah ada sejak jutaan tahun lalu, saat dinosaurus menguasai bumi.

Terakhir, para ahli paleontologi mengungkap kamuflase dinosaurus Sinosauropteryx yang memiliki tanda coklat berbulu. Tanda itu berada di atas moncongnya, terbentang dari mata ke pipi layaknya topeng bandit.

Sinosauropteryx ditemukan oleh seorang petani China bernama Li Yinfang di provinsi Liaoning, China, saat menggali sumur dua dekade lalu. Diperkirakan hewan itu berasal dari masa 120 juta tahun alias zaman Cretaceus.

Tim peneliti yang terdiri dari Fiann M. Smithwick, Robert Nicholls, Innes C. Cuthill, dan Jakob Vinter dari Universitas Bristol menganalisis 2 fosil Sinosauropteryx.Mereka menemukan, bulu coklat di wajah berfungsi mencegah silau matahari.

Baca Juga: Dinosaurus Juga Bisa Rematik, Ini Buktinya

Jika Anda ingin melihat hal ini pada manusia, tengoklah para pemain sepak bola Amerika. Mereka menggunakan strip hitam di bawah matanya. Ciri lain Sinosauropteryx ialah garis coklat di punggung dan bulu putih di perut, membuatnya tak mudah ditemukan pemangsa.

Vinther mengatakan, dengan berat kurang dari enam pon, Sinosauropteryx tidak menjadi ancaman utama dibandingkan dinosaurus lain. Dengan begitu, garis di sekitar mata berfungsi untuk mengurangi silau matahari.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam riset yang dipublikasikan di Current Biology pada Kamis (26/10/2017) ini, Vinther dan koleganya menggunakan Teknik fotografi berteknologi tinggi untuk mendapatkan gambaran bentuk tubuh Sinosauropteryx.

Vinther dan koleganya lantas mencetak tiruan 3D Sinosauropteryx dan menempatkan cetakan tersebut di berbagai lingkungan. Penyamaran paling efektif terjadi di sabana dan kurang efektif di daerah hutan.

Kemungkinan, Sinosauropteryx bergabung dengan kelompok kecil nodosaurus yang juga punya kemampuan kamuflase. Pada nodosaurus, pigmen merah gelap menghiasi tubuhnya namun tak punya corak gelap di area mata.

"Dengan menggunakan pola kamuflase, kita dapat mengatakan dinosaurus mana yang tinggal di mana," kata Vinther seperti dikutip dari The Washington Post pada Kamis (24/10/2017). "Untuk melukis gambaran yang lebih lengkap tentang bagaimana lanskap saat itu.”

Tiap penyamaran hewan bisa terbongkar. Burung bisa cepat terbang. Sementara, Sinosauropteryx cuma punya satu cara saat penyamarannya terbongkar, lari sekencang-kencangnya.

Baca Juga: Tidak Hanya Manusia, Dinosaurus Juga Kelonan Saat Tidur

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pecahkan Rekor, Wahana Antariksa Parker Ada di Jarak Terdekat dengan Matahari

Pecahkan Rekor, Wahana Antariksa Parker Ada di Jarak Terdekat dengan Matahari

Oh Begitu
BMKG: Bibit Siklon Tropis 94W di Perairan Kamboja Pengaruhi Cuaca Indonesia

BMKG: Bibit Siklon Tropis 94W di Perairan Kamboja Pengaruhi Cuaca Indonesia

Fenomena
Nikel Indonesia Guncang Dunia, Ini Tanaman Penambang Nikel di Sorowako Sulsel

Nikel Indonesia Guncang Dunia, Ini Tanaman Penambang Nikel di Sorowako Sulsel

Oh Begitu
Ada Varian Baru Omicron, Akankah Gelombang 3 Pandemi Terjadi Akhir Tahun Ini?

Ada Varian Baru Omicron, Akankah Gelombang 3 Pandemi Terjadi Akhir Tahun Ini?

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Apa Itu Pneumonia yang Dialami Ameer Azzikra | Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

[POPULER SAINS] Apa Itu Pneumonia yang Dialami Ameer Azzikra | Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Oh Begitu
Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Oh Begitu
Apa Itu Sarkoma Jantung, Kanker yang Diidap Virgil Abloh Sebelum Meninggal Dunia?

Apa Itu Sarkoma Jantung, Kanker yang Diidap Virgil Abloh Sebelum Meninggal Dunia?

Oh Begitu
Varian Baru Omicron 500 Persen Lebih Menular, Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Bepergian Saat Nataru

Varian Baru Omicron 500 Persen Lebih Menular, Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Bepergian Saat Nataru

Oh Begitu
Akibat Es Laut Arktik Mencair, Beruang Kutub Kejar dan Mangsa Rusa

Akibat Es Laut Arktik Mencair, Beruang Kutub Kejar dan Mangsa Rusa

Fenomena
Ameer Azzikra Meninggal karena Pneumonia, Begini Kaitan Pneumonia dan Infeksi Ginjal

Ameer Azzikra Meninggal karena Pneumonia, Begini Kaitan Pneumonia dan Infeksi Ginjal

Oh Begitu
Jejak Dinosaurus di Texas Tampak Aneh, Peneliti Menduga Jejak Kaki Depan Sauropoda

Jejak Dinosaurus di Texas Tampak Aneh, Peneliti Menduga Jejak Kaki Depan Sauropoda

Fenomena
5 Minuman yang Baik untuk Asam Lambung

5 Minuman yang Baik untuk Asam Lambung

Kita
Ikan Nila Mengandung Mikroplastik, Ikan di Pulau Jawa Tak Layak Dikonsumsi

Ikan Nila Mengandung Mikroplastik, Ikan di Pulau Jawa Tak Layak Dikonsumsi

Fenomena
5 Manfaat Yodium untuk Kesehatan, Penting untuk Wanita Hamil

5 Manfaat Yodium untuk Kesehatan, Penting untuk Wanita Hamil

Kita
Ikan di 3 Sungai Besar di Pulau Jawa Terkontaminasi Mikroplastik, Studi Jelaskan

Ikan di 3 Sungai Besar di Pulau Jawa Terkontaminasi Mikroplastik, Studi Jelaskan

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.