Kompas.com - 19/10/2017, 12:26 WIB
Penyu T danica menunjukkan bahwa tempurung penyu berwarna hitam sejak 54 juta tahun lalu. Johan LindgrenPenyu T danica menunjukkan bahwa tempurung penyu berwarna hitam sejak 54 juta tahun lalu.
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com – Sudah umum diketahui bahwa makhluk hidup melakukan evolusi agar mampu bertahan hidup. Perubahan pada lingkungan mendorong terbentuknya ciri atau fungsi tertentu agar selamat dari ganasnya alam maupun pemangsa.

Ciri khas dari hasil evolusi itu akan diteruskan dari generasi ke generasi berikutnya. Salah satu contoh yang berhasil diungkap oleh para peneliti adalah fungsi warna gelap pada tempurung penyu purba dan diwariskan hingga kini.

Tempurung bayi penyu modern yang baru menetas akan berwarna gelap. Warna ini memberi mereka perlindungan dari predator udara seperti burung camar saat mereka mengapung di permukaan laut untuk bernafas.

Menjadi bagian dari reptil, penyu juga berdarah dingin. Warna gelap pada tempurung memungkinkan penyu menyerap sinar matahari dan mengatur suhu tubuhnya. Suhu tubuh yang tinggi akan mempercepat pertumbuhan, sehingga mereka lebih siap melindungi diri saat berada di permukaan laut.

Warna gelap itu muncul sekitar 54 juta tahun yang lalu.Hal itu diketahui setelah kelompok peneliti dari Universitas Negeri Carolina, Universitas Lund di Swedia dan Universitas Hyogo di Jepang mengamati fosil penyu Tasbacka danica yang baru menetas.

Baca Juga: Apa Benar Daging Penyu Bikin Pria Lebih Jantan?

T. danica hidup peridoe Eosen. Fosilnya diawetkan dengan baik, berukuran kurang dari 3 inci (74 milimeter).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ahli paleontologi Johan Lindgren dari Universitas Lund, menguji apakah T. danica punya tempurung berwarna gelap.

Ia dan koleganya melakukan analisis dengan pemindaian mikroskop electron (FEG-SEM), mikroskop transmisi elektron (TEM), imunohistokimia in situ, spektrometri massa ion sekunder time-of-flight (ToF-SIMS), dan mikrospektroskopi inframerah (IR).

Analisis ToF-SIMS pada sampel bertujuan untuk mengkonfirmasi adanya heme, eumelanin dan molekul protein - komponen darah, pigmen dan protein.

Peneliti lainnya, Mary Schweitzer, profesor ilmu biologi di Universitas Negeri Carolina, melakukan analisis histokimia terhadap sampel. Sedangkan analisis TEM yang dilakukan oleh ahli biologi evolusioner Takeo Kuriyama dari Universitas Hyogo.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Varian Beta dan Omicron dari Satu Negara, Mengapa Afrika Rawan Munculnya Varian Baru Covid-19?

Varian Beta dan Omicron dari Satu Negara, Mengapa Afrika Rawan Munculnya Varian Baru Covid-19?

Oh Begitu
Pecahkan Rekor, Wahana Antariksa Parker Ada di Jarak Terdekat dengan Matahari

Pecahkan Rekor, Wahana Antariksa Parker Ada di Jarak Terdekat dengan Matahari

Oh Begitu
BMKG: Bibit Siklon Tropis 94W di Perairan Kamboja Pengaruhi Cuaca Indonesia

BMKG: Bibit Siklon Tropis 94W di Perairan Kamboja Pengaruhi Cuaca Indonesia

Fenomena
Nikel Indonesia Guncang Dunia, Ini Tanaman Penambang Nikel di Sorowako Sulsel

Nikel Indonesia Guncang Dunia, Ini Tanaman Penambang Nikel di Sorowako Sulsel

Oh Begitu
Ada Varian Baru Omicron, Akankah Gelombang 3 Pandemi Terjadi Akhir Tahun Ini?

Ada Varian Baru Omicron, Akankah Gelombang 3 Pandemi Terjadi Akhir Tahun Ini?

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Apa Itu Pneumonia yang Dialami Ameer Azzikra | Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

[POPULER SAINS] Apa Itu Pneumonia yang Dialami Ameer Azzikra | Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Oh Begitu
Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Oh Begitu
Apa Itu Sarkoma Jantung, Kanker yang Diidap Virgil Abloh Sebelum Meninggal Dunia?

Apa Itu Sarkoma Jantung, Kanker yang Diidap Virgil Abloh Sebelum Meninggal Dunia?

Oh Begitu
Varian Baru Omicron 500 Persen Lebih Menular, Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Bepergian Saat Nataru

Varian Baru Omicron 500 Persen Lebih Menular, Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Bepergian Saat Nataru

Oh Begitu
Akibat Es Laut Arktik Mencair, Beruang Kutub Kejar dan Mangsa Rusa

Akibat Es Laut Arktik Mencair, Beruang Kutub Kejar dan Mangsa Rusa

Fenomena
Ameer Azzikra Meninggal karena Pneumonia, Begini Kaitan Pneumonia dan Infeksi Ginjal

Ameer Azzikra Meninggal karena Pneumonia, Begini Kaitan Pneumonia dan Infeksi Ginjal

Oh Begitu
Jejak Dinosaurus di Texas Tampak Aneh, Peneliti Menduga Jejak Kaki Depan Sauropoda

Jejak Dinosaurus di Texas Tampak Aneh, Peneliti Menduga Jejak Kaki Depan Sauropoda

Fenomena
5 Minuman yang Baik untuk Asam Lambung

5 Minuman yang Baik untuk Asam Lambung

Kita
Ikan Nila Mengandung Mikroplastik, Ikan di Pulau Jawa Tak Layak Dikonsumsi

Ikan Nila Mengandung Mikroplastik, Ikan di Pulau Jawa Tak Layak Dikonsumsi

Fenomena
5 Manfaat Yodium untuk Kesehatan, Penting untuk Wanita Hamil

5 Manfaat Yodium untuk Kesehatan, Penting untuk Wanita Hamil

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.