Kompas.com - 16/10/2017, 19:58 WIB
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com - Makanan tidak hanya berfungsi untuk memenuhi kebutuhan pribadi saja. Dewasa ini, makanan juga memiliki peran dalam kehidupan sosial.

Seperti yang ditulis dalam makalah "Siput Milenial yang Inovatif: Cerita tentang Slow Food University of Wisconsin", yang ditulis oleh Lydia Zepeda dan Anna Reznickova.

Dalam jurnal yang diterbitkan secara online di Agriculture and Human Values sejak 8 Juni 2016 itu, mereka mengungkapkan fakta mengejutkan terkait makanan.

Slow Food University of Wisconsin (SFUW) menceritakan kelompok siswa yang terus tumbuh. Dari ide seorang perempuan menjadi komunitas besar dengan anggota lebih dari 3.200 orang.

SFUW mendedikasikan diri untuk membuat pangan yang berkelanjutan, diproduksi secara cukup, dan makanan lezat yang bisa didapatkan di sebuah kota kecil dengan harga terjangkau. Inovasi pangan ini dipandang berkelas.

Baca juga: "Urban Farming", Mungkinkah Jadi Solusi Masalah Pangan

SFUW merupakan adaptasi dari Slow Food International (SFI) yang dibentuk di Paris pada 1989, yang mempromosikan gaya hidup berkualitas.

"Lezat, bersih, dan makanan yang adil," dijadikan slogan untuk mempromosikan makanan sehat, di mana pangan disiapkan dengan bahan lokal dan harga yang adil untuk konsumen, produsen, juga buruh.

"Slow Food University of Wisconsin-Madison (SFUW) dapat dicirikan sebagai inovasi sosial. Penyelamatan kebutuhan sosial yang timbul dari kegagalan pasar atau pemerintah," seperti ditulis dalam The Journal of Applied Behavioral Science.

Dalam jurnal tersebut, mereka tidak hanya menceritakan tentang awal mula SFUW.

Kelompok ini mampu membuka mata bahwa makanan memiliki peran untuk membangun jaringan, kemitraan, dan tujuan bersama.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tuberkulosis Jadi Penyebab Kematian Tertinggi di Indonesia, Menkes Jabarkan Upaya Penanganannya

Tuberkulosis Jadi Penyebab Kematian Tertinggi di Indonesia, Menkes Jabarkan Upaya Penanganannya

Kita
Lukisan 3 Sosok Misterius Berkepala Besar Ditemukan di Tanzania, Mengejutkan Arkeolog

Lukisan 3 Sosok Misterius Berkepala Besar Ditemukan di Tanzania, Mengejutkan Arkeolog

Oh Begitu
Layanan Operasi Bedah Robotik Jarak Jauh, Bantu Dokter Rawat Pasien di Daerah

Layanan Operasi Bedah Robotik Jarak Jauh, Bantu Dokter Rawat Pasien di Daerah

Oh Begitu
Sebanyak 30 Peneliti Indonesia Jalani Program Kepemimpinan Ilmuwan, Siapa Saja?

Sebanyak 30 Peneliti Indonesia Jalani Program Kepemimpinan Ilmuwan, Siapa Saja?

Oh Begitu
Angka Stunting Indonesia 24,4 Persen, 7 Provinsi Catat Kasus Tertinggi

Angka Stunting Indonesia 24,4 Persen, 7 Provinsi Catat Kasus Tertinggi

Kita
Suhu Terasa Dingin, Apakah Sudah Masuk Musim Kemarau?

Suhu Terasa Dingin, Apakah Sudah Masuk Musim Kemarau?

Fenomena
3 Jenis Kelainan Jantung yang Banyak Dialami Jemaah Haji Indonesia

3 Jenis Kelainan Jantung yang Banyak Dialami Jemaah Haji Indonesia

Oh Begitu
Pengertian Satelit dan Jenis-jenisnya

Pengertian Satelit dan Jenis-jenisnya

Oh Begitu
Spesies Baru Kantong Semar, Cari Mangsa dengan Cara yang Tak Biasa

Spesies Baru Kantong Semar, Cari Mangsa dengan Cara yang Tak Biasa

Oh Begitu
Mengapa Berang-berang Laut Berpegangan Tangan Saat Tidur?

Mengapa Berang-berang Laut Berpegangan Tangan Saat Tidur?

Oh Begitu
Badai Matahari Mengejutkan dengan Potensi Gangguan Telah Menghantam Bumi

Badai Matahari Mengejutkan dengan Potensi Gangguan Telah Menghantam Bumi

Fenomena
Proses Pembentukan Mineral

Proses Pembentukan Mineral

Oh Begitu
Udang dan Cacing Jadi Hewan Pertama yang Pulih Usai Kepunahan Massal 252 Juta Tahun Lalu

Udang dan Cacing Jadi Hewan Pertama yang Pulih Usai Kepunahan Massal 252 Juta Tahun Lalu

Oh Begitu
Pfizer-BioNTech Uji Coba Vaksin Covid-19 Generasi Baru, seperti Apa?

Pfizer-BioNTech Uji Coba Vaksin Covid-19 Generasi Baru, seperti Apa?

Oh Begitu
Fosil Tengkorak Manusia Purba Berusia 3,4 Juta Tahun Ditemukan di Goa Afrika Selatan

Fosil Tengkorak Manusia Purba Berusia 3,4 Juta Tahun Ditemukan di Goa Afrika Selatan

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.