Hidup dengan Makan Daging Laboratorium, Khayalan atau Kenyataan?

Kompas.com - 11/10/2017, 08:06 WIB
Daging ini dibuat dari 20.000 fiber otot yang ditumbuhkan dari sel punca. David Parry/EPADaging ini dibuat dari 20.000 fiber otot yang ditumbuhkan dari sel punca.
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com -- Bulan Agustus lalu, miliarder pendiri Virginia Group, Richard Branson menulis di situs perusahaannya. Dia menceritakan soal investasinya di Memphis Meats dan mengungkapkan visinya mengenai masa depan makanan.

"Saya percaya bahwa dalam 30 tahun atau lebih, kita tidak perlu lagi membunuh hewan apa pun dan semua daging terbuat dari tanaman. Rasanya sama dan juga lebih sehat untuk semua orang. Membunuh hewan untuk makanan adalah sesuatu yang kuno," tulisnya dalam unggahan tersebut.

Branson adalah salah satu dari beberapa pemikir berpengaruh yang berinvestasi dalam sistem pangan berkelanjutan.

 

(Baca juga: Burger dengan Daging Buatan Pertama di Dunia, Tertarik?)

Branson tidak sendiri. Bersama dengan Bill Gates dan Cargill Inc, salah satu perusahaan pertanian terbesar di dunia, dia mendukung sebuah perusahaan start up bernama Memphis Meats.

Secara total, Memphis Meats sudah menerima dana sekitar 22 juta dollar AS atau sekitar Rp 297 miliar.

Memphis Meats sudah memproduksi daging ayam, daging sapi, dan juga daging bebek yang berasal sel punca hewan sehingga tidak lagi menggunakan hewan hidup.

Memphis MeatsMemphis Meats Memphis Meats

Lalu, mengapa daging buatan ini penting bagi kehidupan planet kita?

Seiring dengan perubahan planet kita, Branson berpendapat bahwa menggunakan teknologi sangat penting untuk memuaskan hasrat kuliner manusia yang semakin meningkat. Alasannya tak lain adalah soal menyelamatkan lingkungan.

Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) menyatakan bahwa produksi pakan ternak menghabiskan 26 persen lahan di Bumi, sementara 13 miliar hektar hutan hancur karena digunakan sebagai lahan pertanian dan padang rumput setiap tahunnya.

Menurut World Watch Institute, 51 persen emisi gas rumah kaca global disebabkan oleh peternakan hewan. Emisi serta kerugian akan jauh berkurang jika manusia memilih daging 'buatan' daripada membunuh hewan untuk makanan.

(Baca juga: Jangan Anggap Remeh, Bubuk Ini adalah Solusi Kelaparan Dunia)

Halaman:


Sumber Futurism

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X