Kompas.com - 09/10/2017, 16:05 WIB
Badai matahari kelas X yang terjadi pada Selasa (10/6/2014) pukul 20.42 WIB seperti dipotret kamera NASA. NASABadai matahari kelas X yang terjadi pada Selasa (10/6/2014) pukul 20.42 WIB seperti dipotret kamera NASA.
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com -- Di dunia modern yang serba cepat ini, aktivitas manusia sangat bergantung pada infrastruktur listrik. Jika jaringan listrik terganggu, komputer akan mati dan semua bentuk perdagangan serta komunikasi elektronik akan berhenti.

Aktivitas manusia di abad ke-21 juga semakin tergantung dengan infrastruktur yang berada di Low Earth Orbit (LEO) atau Orbit Bumi Rendah.

Di orbit tersebut terdapat banyak satelit komunikasi, Stasiun Luar Angkasa Internasioanl dan armada satelit GPS.

Oleh karena alasan inilah, aktivitas solar flare atau badai matahari dianggap sebagai bahaya yang serius, dan mitigasi masalah ini perlu menjadi prioritas.

(Baca juga: Matahari "Bersin", Sebuah Kota Bisa Mati)

Tim peneliti dari Universitas Harvard baru-baru ini merilis sebuah studi yang mengusulkan untuk menempatkan perisai magnetik raksasa di orbit untuk mengatasi masalah tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penelitian yang dilakukan oleh Manasavi Lingam dan Abraham Loeb dari Harvard Smithsonian Center for Astrophysicist (CfA) dengan judul "Impact and Mitigation Strategy for Future Solar Flares" ini menjelaskan jika badai matahari menimbulkan resiko yang sangat besar di dunia sekarang ini.

Adanya solar flare akan menyebabkan kerusakan global pada jaringan listrik, komunikasi satelit dan rantai pasokan global.

Kerugian ekonomi kumulatif di seluruh dunia, menurut laporan Dewan Studi Luar Angkasa tahun 2009, berkisar 10 triliun dollar AS sementara pemulihan akan memakan waktu beberapa tahun.

(Baca juga: Badai Matahari Terkuat dalam 12 Tahun Menuju Bumi, Akankah Mematikan?)

Namun, tampaknya ancaman ini belum mendapat perhatian yang lebih lanjut.

"Sebagian besar perhatian didedikasikan untuk asteroid," kata Loeb.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Oh Begitu
Apa Itu Sarkoma Jantung, Kanker yang Diidap Virgil Abloh Sebelum Meninggal Dunia?

Apa Itu Sarkoma Jantung, Kanker yang Diidap Virgil Abloh Sebelum Meninggal Dunia?

Oh Begitu
Varian Baru Omicron 500 Persen Lebih Menular, Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Bepergian Saat Nataru

Varian Baru Omicron 500 Persen Lebih Menular, Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Bepergian Saat Nataru

Oh Begitu
Akibat Es Laut Arktik Mencair, Beruang Kutub Kejar dan Mangsa Rusa

Akibat Es Laut Arktik Mencair, Beruang Kutub Kejar dan Mangsa Rusa

Fenomena
Ameer Azzikra Meninggal karena Pneumonia, Begini Kaitan Pneumonia dan Infeksi Ginjal

Ameer Azzikra Meninggal karena Pneumonia, Begini Kaitan Pneumonia dan Infeksi Ginjal

Oh Begitu
Jejak Dinosaurus di Texas Tampak Aneh, Peneliti Menduga Jejak Kaki Depan Sauropoda

Jejak Dinosaurus di Texas Tampak Aneh, Peneliti Menduga Jejak Kaki Depan Sauropoda

Fenomena
5 Minuman yang Baik untuk Asam Lambung

5 Minuman yang Baik untuk Asam Lambung

Kita
Ikan Nila Mengandung Mikroplastik, Ikan di Pulau Jawa Tak Layak Dikonsumsi

Ikan Nila Mengandung Mikroplastik, Ikan di Pulau Jawa Tak Layak Dikonsumsi

Fenomena
5 Manfaat Yodium untuk Kesehatan, Penting untuk Wanita Hamil

5 Manfaat Yodium untuk Kesehatan, Penting untuk Wanita Hamil

Kita
Ikan di 3 Sungai Besar di Pulau Jawa Terkontaminasi Mikroplastik, Studi Jelaskan

Ikan di 3 Sungai Besar di Pulau Jawa Terkontaminasi Mikroplastik, Studi Jelaskan

Fenomena
Fakta-fakta Tikus Mondok Hidung Bintang, Pemangsa Tercepat di Dunia

Fakta-fakta Tikus Mondok Hidung Bintang, Pemangsa Tercepat di Dunia

Oh Begitu
12 Negara Laporkan Kasus Varian Omicron, dari Italia hingga Australia

12 Negara Laporkan Kasus Varian Omicron, dari Italia hingga Australia

Oh Begitu
Gunung Kilauea, Gunung Berapi Paling Aktif yang Meletus Setiap Tahun

Gunung Kilauea, Gunung Berapi Paling Aktif yang Meletus Setiap Tahun

Oh Begitu
Bukan Isap Serbuk Sari, Spesies Lebah Ini Berevolusi Makan Daging

Bukan Isap Serbuk Sari, Spesies Lebah Ini Berevolusi Makan Daging

Oh Begitu
Ameer Azzikra Meninggal Dunia karena Pneumonia, Begini Cara Mencegah Penyakit Ini

Ameer Azzikra Meninggal Dunia karena Pneumonia, Begini Cara Mencegah Penyakit Ini

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.