Kompas.com - 26/09/2017, 20:05 WIB
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com -- Primata seperti kera, monyet dan simpanse terkadang memiliki perilaku yang tidak kita duga sebelumnya, seperti bagaimana mereka berduka ketika ada salah satu anggota keluarganya yang mati.

Seekor primata betina diketahui menggendong bayinya kesana kemari yang baru saja mati. Belum diketahui apakah perilaku ini merupakan dorongan kesedihan atau ketidaktahuan sang induk jika anaknya telah mati.

Namun, para peneliti terkejut ketika mendapati seekor monyet jambul bernama Evalyne memakan anaknya yang sudah mati itu. Kejadian ini baru pertama kali terlihat pada primata pemakan buah tersebut.

(Baca juga: 80 Tahun Menghilang, Monyet Berpotongan Mangkuk Tertangkap Kamera)

Evalyne melahirkan di sebuah tempat perlindungan hewan Parco Faunistico di Piano dell'Abatino di Italia. Namun, bayinya mati empat hari kemudian.

Selama dua hari setelah kejadian itu, Evalyne terlihat terpukul. Berulang kali ia menatap dan menjerit ke arah bayangannya sendiri di pintu plastik ke kandang. Kemudian, ia mengalihkan perhatiannya ke bayi yang sudah mati, membawa dan merawatnya sambil memberi perhatian khusus pada kepala dan wajahnya.

"Setelah semakin mengering di minggu pertama, mayat monyet kecil itu termumifikasi pada hari kedelapan," jelas para peneliti.

"Selama minggu kedua, Evalyne terus menempatkan anaknya di perutnya dan merawatnya, walapun kulit dan dagingnya terlepas. Ia menjaga tubuh itu dan membawanya dengan satu tangan atau di mulutnya, dan bergegas untuk mengambilnya jika terjatuh," imbuh peneliti seperti dikutip dari Science Alert, Selasa (26/9/2017).

(Baca juga: Pertama Kali Terlihat, Singa Laut Kanibal Kejutkan Peneliti)

Anggota kelompok lainnya tidak memberi perhatian khusus pada Evalyne, dan tidak ada yang mencoba menyentuh mayat itu.

Pada hari ke-19, Evalyne pertama kali terlihat memakan bagian kecil dari mayat itu. Pada hari  ke-22, mayat sudah hancur, bagian-bagiannya tersebar di seluruh kandang, tetapi Evalyne selalu membawa satu potong bagian tubuh anaknya di tangan atau mulut. Pada hari ke-25, ia terlihat sudah memakan habis seluruh bagian tubuh anaknya dan menyisakan satu tulang saja.

Spesies primata lainnya, seperti baboon, orangutan, bonobo liar, macaca Jepang dan macaca Rhesus, memang telah diamati memakan bayi mereka yang telah mati; meski alasan mengapa mereka melakukan itu masih menjadi misteri.

Namun, perilaku monyet jambul ini jelas bukan hal yang biasa mengingat monyet asli pulau Sulawesi ini adalah pemakan buah. "Tidak ada indikasi bahwa kanibalisme pada monyet jambul disebabkan oleh gizi atau stres sosial, dan perilaku semacam itu dapat dianggap sebagai hal yang normal, walaupun jarang," tulis peneliti dalam laporan mereka.

"Ada kemungkinan bahwa tahap kanibalisme terjadi ketika induk telah kehilangan gambaran yang jelas dari bayinya," tambah mereka.

Temuan mengenai perilaku monyet jambul ini sudah dipublikasikan dalam jurnal Primates.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.