Kompas.com - 29/08/2017, 17:04 WIB
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com -- 80 tahun yang lalu, tepatnya tanggal 2 juli 1937, Amelia Earhart dan pemandunya, Fred Noonan, lepas landas dari Lae, Papua Nugini. Mereka akan terbang menuju sebuah pulau kecil di sebelah utara khatulistiwa, Pulau Howland.

Namun, mereka tidak pernah mencapainya. Lockheed Electra 10E, pesawat yang mereka tumpangi menghilang.

Usai hilangnya kontak, penjaga pantai AS dan angkatan laut melakukan pencarian di tempat tersebut dengan menggunakan kapal dan pesawat terbang selama dua minggu. George Putnam, suami Earhart, juga meminta marinir sipil untuk melanjutkan pencarian. Namun, Amelia tak pernah ditemukan.

(Baca juga: Enam Kasus Pesawat Hilang yang Paling Misterius Sepanjang Masa)

Sejak saat itu, selama bertahun-tahun lamanya, hilangnya Amelia masih menjadi teka-teki dan mencuri perhatian berbagai pihak. Pencarian tetap dilakukan dan bahkan teori bermunculan untuk menjelaskan bagaimana dan di mana hidup perempuan pertama yang terbang melintasi Atlanik ini berakhir.

Baru-baru ini kembali diadakan sebuah ekspedisi pencarian Amelia Earhart. Tim ekspedisi yang diselenggarakan oleh Internasional Group for Historic Aircraft Recovery (TIGHAR) ini mulai berlayar pada 24 Juni 2017 dari Fiji.

TIGHAR sendiri setidaknya telah meluncurkan 12 misi untuk mencari keberadaan Earhart. Ekspedisi membawa tim ahli pencari jenazah serta anjing yang terlatih. Tujuan ekspedisi adalah sebuah pulau tak berpenghuni yang berjarak sekitar 1.600 kilometer dari utara Fiji, Nikumaroro.

Tim ekspedisi ingin menguji apa yang disebut hipotesis Nikumaroro. Hipotesis itu berspekulasi jika Earhart dan Noonan yang tidak bisa menemukan Pulau Howland akhirnya mendarat di Nikumaroro.

Pulau karang yang terdapat sekitar 500 kilometer laut barat daya Pulau Howland merupakan titik terakhir Earhart mengonfirmasi keberadaannya. Sementara di garis barat laut, tidak ada apa-apa selain samudra sejauh ribuan mil. Di bagian tenggara adalah Kepulauan Phoenix, yang termasuk salah satunya adalah Pulau Nikumaroro.

"Jika Anda tidak tahu di mana Anda berada, itu adalah arah yang logis untuk dituju," kata Ric Gillespie, direktur eksekutif TIGHAR.

Pulau Nikumaroro, yang kemudian disebut Pulau Gardner, memiliki hamparan karang datar yang bisa menjadi tempat bagi Earhart untuk mendarat.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peneliti Amerika Serikat Temukan Pengobatan Potensial Diabetes Tipe 1, Seperti Apa?

Peneliti Amerika Serikat Temukan Pengobatan Potensial Diabetes Tipe 1, Seperti Apa?

Oh Begitu
4 Cara Efektif Menurunkan Berat Badan dengan Bersepeda

4 Cara Efektif Menurunkan Berat Badan dengan Bersepeda

Kita
Wahana Antariksa Voyager 1 Kirim Data Misterius, Bikin Ilmuwan Bingung

Wahana Antariksa Voyager 1 Kirim Data Misterius, Bikin Ilmuwan Bingung

Oh Begitu
Studi: Lumba-lumba Gunakan Terumbu Karang untuk Obati Penyakit Kulit

Studi: Lumba-lumba Gunakan Terumbu Karang untuk Obati Penyakit Kulit

Oh Begitu
WHO Laporkan Cacar Monyet Sudah Teridentifikasi di 12 Negara, Mana Saja?

WHO Laporkan Cacar Monyet Sudah Teridentifikasi di 12 Negara, Mana Saja?

Kita
Temuan Batu Alien di Mesir, Peneliti Sebut Berasal dari Supernova Langka

Temuan Batu Alien di Mesir, Peneliti Sebut Berasal dari Supernova Langka

Oh Begitu
Asteroid Sebesar Empat Kali Gedung Empire State Melesat ke Arah Bumi pada 27 Mei 2022

Asteroid Sebesar Empat Kali Gedung Empire State Melesat ke Arah Bumi pada 27 Mei 2022

Fenomena
5 Minyak Terbaik untuk Kesehatan, Salah Satunya Minyak Zaitun

5 Minyak Terbaik untuk Kesehatan, Salah Satunya Minyak Zaitun

Oh Begitu
Ikan Pari Manta, Ikan Pari Terbesar di Dunia yang Terancam Punah

Ikan Pari Manta, Ikan Pari Terbesar di Dunia yang Terancam Punah

Oh Begitu
Studi Ungkap Sebelum Dikorbankan untuk Persembahan Dewa, Anak Suku Inca Diberi Obat Halusinasi

Studi Ungkap Sebelum Dikorbankan untuk Persembahan Dewa, Anak Suku Inca Diberi Obat Halusinasi

Oh Begitu
Perubahan Iklim Bikin Jam Tidur Terganggu, Kok Bisa?

Perubahan Iklim Bikin Jam Tidur Terganggu, Kok Bisa?

Fenomena
CDC Ungkap Bukti Infeksi Adenovirus Sebabkan Hepatitis Akut Misterius pada Anak

CDC Ungkap Bukti Infeksi Adenovirus Sebabkan Hepatitis Akut Misterius pada Anak

Oh Begitu
Mengidolakan Berlebih, Bisa Jadi Tanda Hubungan Parasosial

Mengidolakan Berlebih, Bisa Jadi Tanda Hubungan Parasosial

Kita
5 Penyakit Ginjal yang Paling Umum, Salah Satunya Batu Ginjal

5 Penyakit Ginjal yang Paling Umum, Salah Satunya Batu Ginjal

Kita
6 Cara Mencegah Kanker Usus seperti yang Diidap Achmad Yurianto Sebelum Meninggal Dunia

6 Cara Mencegah Kanker Usus seperti yang Diidap Achmad Yurianto Sebelum Meninggal Dunia

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.