Kompas.com - 22/08/2017, 18:56 WIB
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com - 66 juta tahun lalu, asteroid sebesar 10 km jatuh ke bumi, memusnahkan hewan-hewan raksasa, dan memicu perubahan iklim.

Sebuah riset berbasis pemodelan yang dilakukan oleh ilmuwan dari National Center for Atmospheric Research (NCAR) baru-baru ini memberi gambaran lengkap bagaimana hantaman asteroid bisa memusnahkan.

"Kepunahan hewan-hewan raksasa daratan terjadi akibat dampak langsung dari hantaman, tetapi hewan yang hidup di lautan atau mengubur diri bisa bertahan beberapa lama," kata Charles Bardeen dari NCAR.

Dalam studinya yang didukung oleh Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) dan Universitas Colorado, Bardeen fokus pada apa yang terjadi setelah dampak awal hantaman asteroid.

Baca Juga: Ilmuwan Temukan "Mona Lisa Dinosaurus" di Kanada

Sesaat setelah asteroid menghantam, tsunami, pemanasan di beberapa bagian bumi, dan letusan gunung berapi terjadi. Namun dampak jangka panjangnya belum diketahui.

Menggunakan Community Earth System Model (CESM), Bardeen menganalisis dampak jelaga sebesar 15 miliar ton akibat hantaman asteroid pada perubahan iklim.

Menurut hasil pemodelan itu, jelaga pada awalnya akan naik ke atmosfer dan memblokir sinar matahari yang seharusnya sampai ke bumi.

"Pada awalnya, dampaknya akan membuat siang hari di bumi cuma seperti malam yang diterangi bulan," ungkap Bardeen dalam pernyataan di situs Universitas Colorado.

Setelah setidaknya 6 bulan, jelaga mulai berkurang. Namun, tumbuhan tak serta merta bisa melakukan fotosintesis. Sebagian besar tumbuhan hilang terbakar saat asteroid menghantam.

Ekosistem laut merasakan dampak terbesar. Laut menjadi miskin fitoplankton sehingga hewan-hewan laut yang bertahan jadi kekurangan pangan dan oksigen.

Baca Juga: Habis Dinosaurus Terbitlah Katak

Ilmuwan mengungkap, fotosintesis setidaknya tak bisa dilakukan dalam 1,5 tahun. Bahkan jika jumlah jelaga hanya sepertiga dari yang ada, fotosintesis tetap sulit dilakukan selama 1 tahun.

Berdasarkan simulasi itu, penurunan intensitas sinar matahari membuat suhu daratan berkurang 28 derajat Celsius dan suhu laut turun 11 derajat Celsius.

Sementara hantaman asteroid menyebabkan penurunan suhu di permukaan bumi, di ketinggian atmosfer, suhu justru meningkat.

Peningkatan suhu yang terjadi akibat jelaga menyerap panas matahari menyebabkan kerusakan lapisan ozon. Kerusakan dipercepat oleh reaksi uap air menghasilkan hidrogen.

Pemulihan baru terjadi ketika uap air perlahan menghilangkan jelaga. Itu pun berlangsung selama bertahun-tahun.

Ketika jelaga mulai hilang, suhu di atmosfer turun. Uap air berubah menjadi kristal es, membersihkan lebih banyak jelaga.

Menurut ilmuwan, hantaman asteroid pada masa dinosaurus menyebabkan bumi mengalami hari tanpa siang selama 2 tahun.

Baca Juga: 4 Skenario Kehancuran Bumi Menurut Sains

Dalam studi ini, ilmuwan hanya memasukkan kontribusi jelaga pada perubahan iklim, belum sulfur dan zat kimia lain yang dihasilkan oleh letusan gunung berapi.

Meski demikian, studi yang dipublikasikan di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences pada Senin (21/8/2017) ini diharapkan bisa memberi gambaran tentang apa yang terjadi pada masa kepunahan dinosaurus.

Bardeen juga mengatakan, apa yang terjadi pada masa dinosaurus bisa memberi gambaran soal dampak perang nuklir, bila suatu saat terjadi.

"Jelaga tetap akan mempengaruhi iklim dengan cara yang sama, mendinginkan permukaan dan memanaskan bagian atas atmosfer, dan berpotensi menghancurkan kehidupan," jelasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengertian Moonbow dan Proses Terbentuknya

Pengertian Moonbow dan Proses Terbentuknya

Fenomena
Fosil Otak Tertua Ditemukan, Berusia 525 Juta Tahun

Fosil Otak Tertua Ditemukan, Berusia 525 Juta Tahun

Oh Begitu
Mengenal Hiu Greenland, Ikan Hiu yang Bisa Hidup hingga 400 Tahun

Mengenal Hiu Greenland, Ikan Hiu yang Bisa Hidup hingga 400 Tahun

Oh Begitu
5 Makanan Sehat untuk Menambah Berat Badan

5 Makanan Sehat untuk Menambah Berat Badan

Oh Begitu
Ikan Tuna Mengandung Merkuri, Ini Cara Aman Mengonsumsinya

Ikan Tuna Mengandung Merkuri, Ini Cara Aman Mengonsumsinya

Oh Begitu
Mengapa Piranha Memiliki Gigi yang Sangat Tajam?

Mengapa Piranha Memiliki Gigi yang Sangat Tajam?

Oh Begitu
4 Cara Efektif Menurunkan Berat Badan bagi Wanita

4 Cara Efektif Menurunkan Berat Badan bagi Wanita

Oh Begitu
Apa Makanan Ikan Piranha?

Apa Makanan Ikan Piranha?

Oh Begitu
Penyebab Terbentuknya Pelangi Merah

Penyebab Terbentuknya Pelangi Merah

Fenomena
Di Mana Sel Sperma Diproduksi?

Di Mana Sel Sperma Diproduksi?

Kita
Cara Mencegah Resistensi Antimikroba dalam Perawatan Luka

Cara Mencegah Resistensi Antimikroba dalam Perawatan Luka

Oh Begitu
Kandungan Susu Murni, Bisa untuk Menambah Berat Badan

Kandungan Susu Murni, Bisa untuk Menambah Berat Badan

Oh Begitu
5 Ikan Hiu Tercepat di Dunia

5 Ikan Hiu Tercepat di Dunia

Oh Begitu
Kencing Berbusa pada Anak, Apakah Berbahaya?

Kencing Berbusa pada Anak, Apakah Berbahaya?

Oh Begitu
3 Manfaat Ikan Tuna Kalengan untuk Kesehatan

3 Manfaat Ikan Tuna Kalengan untuk Kesehatan

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.