Kompas.com - 07/08/2017, 21:19 WIB
Pupfish Ash Meadows Amaragosa yang terancam punah hidup di Death Valley National Park, di mana mata air bisa mencapai 100 derajat Stone Nature Photography, Alamy)Pupfish Ash Meadows Amaragosa yang terancam punah hidup di Death Valley National Park, di mana mata air bisa mencapai 100 derajat
EditorYunanto Wiji Utomo

Karakteristik tersebut membantu keledai agar tidak membutuhkan lebih banyak air layaknya hewan ternak, seperti domba dan kambing, menurut Fiona Marshall—antropolog di Washington University, St. Louis—melalui email.

Rubah Rüppell

Salah satu tempat terpanas di Bumi adalah Lut Desert di Iran. Pada tahun 2005, NASA mencatat suhu Lut sebesar 159,3 Fahrenheit—suhu permukaan tertinggi sepanjang sejarah.

Namun, satu hewan ini telah berevolusi untuk menaklukkan ganasnya panas Lut. Rubah Rüppell mampu mengatasi panasnya pasir Iran dengan menghemat air yang di dalam tubuh.

Mereka berburu mangsa dengan tenang pada malam hari dan menghindari kehilangan kelembaban yang berharga bagi mereka. Dengan cara tenang itulah, mereka mampu menghemat air yang didapat dari tubuh mangsanya tersebut.

Selain kemampuannya dalam menghemat air, tubuh kecilnya juga membantu menghilangkan panas. Tingkat metabolismenya yang rendah turut membantu menghemat energi, disertai dengan urin terkonsentrasi yang mengurangi sedikit air dari dalam tubuh.

Baca Juga: Makhluk-makhluk di Dunia yang Dikaruniai Umur Terpanjang

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Greater Bilby

Australia dikenal sebagai tempat bersenang-senang dan berjemur. Namun, satelit yang dioperasikan oleh NASA mencatat suhu setinggi 157 derajat Fahrenheit di tanah tandus di Queensland, 2003 silam.

Greater bilby—marsupial yang hidup di tanah—mampu menangkal panas dengan berlindung di bawah tanah. “Hewan karismatik ini dapat menghindari panas yang ekstrem melalui pembangunan dan perlindungan dalam sistem liang yang rumit”, tutur John Wairnowski, ahli biologi di Charles Darwin University di Australia, melalui email.

Wairnowski menambahkan, lubang spiral ini bisa mencapai kedalaman hampir tujuh kaki dan memiliki panjang sejauh 10 kaki.

Burung Beo Malam

Spesies Australia lain yang tahan panas adalah burung beo malam. Menurut Wairnowski, spesies pemalu ini dianggap telah punah di Queensland, hingga penemuannya kembali pada tahun 2013.

Burung yang hidup di darat tersebut tetap tenang ketika dilanda suhu tinggi, dengan “berjalan-jalan” di malam hari dan hinggap di tanaman ketika siang hari. Beberapa orang menyebutkan, spesies ini serupa dengan burung hantu yang keluar di malam hari, dan berdiam diri di siang hari.

Baca Juga: Kita Semua Terbuat dari Bintang, Ini Penjelasannya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.