Kompas.com - 07/08/2017, 07:05 WIB
Ilustrasi Gula Pasir. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO KRISTIANTO PURNOMOIlustrasi Gula Pasir. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
EditorShierine Wangsa Wibawa

Dr Saunders sependapat.

"Obesitas adalah faktor risiko. Makan terlalu banyak gula merupakan faktor risiko obesitas. Tidak diragukan lagi adanya hubungan di sana. Namun kita tidak bisa langsung menyimpulkan 'Berhenti makan gula untuk membuat tumor kelaparan'," katanya.

"Tergantung masing-masing individu. Mustahil bisa membuat kesimpulan umum," tambahnya.

Cara baru ke depan

Menghilangkan gula dari asupan makanan kita tidak akan membantu, karena kita juga akan menghilangkan sumber bahan bakar berharga bagi sel-sel lainnya.

Tapi bagaimana jika kita bisa secara selektif membuat sel kanker kelaparan glukosa? Inilah yang jadi fokus penelitian para ahli onkologi saat ini.

Pada tahun 2015, penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nature Communications menemukan kelebihan produksi protein tertentu, PARP14, membiarkan sel kanker mempercepat pertumbuhan mereka melalui konsumsi glukosa.

Mengurangi kadar protein di dalam sel membuat sel kelaparan dan mati.

"Ada cara berbeda dalam pendekatannya. Namun semuanya biasanya berupa memblokir sel dalam mengakses bahan bakar, atau cara mereka menggunakan bahan bakar tersebut dan mengubahnya menjadi hal lain yang mereka butuhkan untuk tumbuh," kata Dr Saunders.

Dia menekankan bahwa tidak sesederhana menghentikan suplai gula ke sel kanker.

"Ada beberapa sel kanker yang bisa kita matikan dengan menghalangi suplai gula. Ada beberapa yang bisa kita matikan dengan menghalangi suplai lipid. Serta beberapa sel dengan cara memblokir asam amino. Mustahil menyederhanakannya," jelasnya.

Artikel ini sudah pernah tayang di Australia Plus dengan judul: Benarkah Gula Menyuburkan Sel Kanker?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.