Kisah “Manusia Paling Manusiawi” Mengalahkan Kecerdasan Buatan

Kompas.com - 04/08/2017, 16:07 WIB
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com -- Brian Christian adalah seorang penulis dan penyair. Dia juga pemenang penghargaan “Manusia Paling Manusiawi” pada 2009 setelah mengalahkan kecerdasan buatan dan peserta manusia lainnya dalam kompetisi tahunan Loebner Prize.

Didasarkan pada ujian Turing yang diciptakan oleh Alan Turing pada tahun 1950, Loebner Prize adalah sebuah kompetisi yang memberikan penghargaan bagi kecerdasan buatan dan manusia paling manusiawi.

Para juri manusia berbicara dengan kecerdasan buatan dan manusia lainnya melalui komputer. Keduanya harus meyakinkan juri bahwa mereka manusia untuk memenangkan kompetisi ini.

(Baca juga: Facebook Matikan Kecerdasan Buatan yang Ciptakan Bahasanya Sendiri)

Menurut Turing yang merupakan seorang ilmuwan komputer, pakar matematika, pakar biologi teori, dan filsuf; kecerdasan buatan pada 2000-an akan sangat canggih dan berperilaku layaknya manusia. Bahkan, setelah berbicara selama lima menit, 30 persen dari juri manusia akan lupa lawan bicara mana yang manusia dan mana yang kecerdasan buatan.

“Aku masih ingat, momen ketika aku menyadari bahwa hal ini bukan sekadar ide yang dituangkan oleh Alan Turing ke dalam laporannya, tetapi sebuah kompetisi tahunan yang diadakan oleh Hugh Loebner,” kata Christian dalam wawancaranya bersama Quartz 1 Agustus 2017.

“Jadi, aku mendaftarkan diri sebagai manusia yang duduk di balik tirai dan mengetik, berusaha untuk meyakinkan para juri bahwa aku benar-benar manusia,” ujarnya lagi.

Meskipun tim yang mengadakan Loebner Prize menyuruh Christian untuk bersantai dan tidak mempersiapkan apa-apa karena dia seorang manusia, Christian tidak merasa tenang.

(Baca juga: Perlukah Kita Takut Dikalahkan oleh Kecerdasan Buatan?)

Dia pun mempelajari semua percakapan dalam kompetisi-kompetisi sebelumnya. Lalu, ketika persiapan itu dirasanya belum cukup, Christian pergi menemui psikolog, ahli bahasa, filsuf, ilmuwan komputer, pakar kencan, dan orang-orang lain yang terlatih dalam komunikasi manusia.

“Aku bertanya kepada mereka semua satu pertanyaan yang sama: ‘Apa fitur paling khas dari komunikasi manusia?’,” ujarnya.

Ternyata, untuk menunjukkan bahwa dia bukan hanya skenario yang sudah disiapkan sebelumnya, Christian harus menjawab semua pertanyaan juri, seaneh apa pun pertanyaan tersebut, dengan cekatan.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Quartz
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.