Kompas.com - 13/07/2017, 09:07 WIB
Sekelompok berang-berang laut utara berkumpul di Taman Nasional Katmai, Pulai Kodiak, Alaska. Roy Toft/National Geographic CreativeSekelompok berang-berang laut utara berkumpul di Taman Nasional Katmai, Pulai Kodiak, Alaska.
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com -- Para ahli paleontologi baru-baru ini dikejutkan dengan penemuan gigi purba di semak-semak panas di Meksiko tengah. Gigi tersebut merupakan milik berang-berang laut yang berkeliaran di Amerika Utara, enam juta tahun lalu.

Ditemukan 120 mil dari garis pantai terdekat, fosil tersebut menimbulkan diskusi yang sama sekali baru tentang pergerakan mamalia yang melintasi benua jutaan tahun lalu.

"Gigi tersebut termasuk dalam spesies berang-berang yang telah punah yang disebut Enhydritherium terraenovae," kata Jack Tseng di University of Buffalo. Ia bersama timnya menerbitkan penelitian ini dalam jurnal Biology Letters.

Sebelumnya, spesies ini hanya ditemukan di daerah pesisir Florida dan California. Hal itu menunjukkan bahwa dahulu mereka bergantung pada lingkungan pesisir, seperti kerabat modernnya.

(Baca juga: Miris, Fosil Hidup yang Lebih Tua dari Dinosaurus Terancam Punah)

Pada bulan Maret, Tseng dan rekan-rekannya berada di Cekungan Juchipila di Meksiko tengah. Mereka mencari fosil yang akan membantu menjelaskan periode saat mamalia tersebut sering bermigrasi di antara Amerika Utara dan Selatan.

Saat Tseng di lapangan, mahasiswa lulusan National Autonomous University of Mexico, Adolfo Pacheco-Castro, mendatanginya dengan spesimen yang tidak biasa. "Saya tahu itu adalah keturunan musang, tapi berang-berang tidak pernah terlintas dalam pikiran saya," kata Tseng.

Untungnya, anggota ekspedisi lapangan, Xiaoming Wang, di Natural History Museum of Los Angeles County baru-baru ini terlibat dengan proyek penelitian lain yang terkait dengan berang-berang. "Dia mengetahui apapun tentang berang-berang," gumam Tseng.

Menemukan fosil berang-berang di manapun sudah merupakan prestasi, kata Robert Boessenecker, ahli paleontologi di College of Charleston yang tidak terlibat dalam penelitian ini. "Umumnya, spesimen berang-berang sama langkanya dengan gigi ayam betina," ucapnya.

(Baca juga: Habis Dinosaurus Terbitlah Katak)

Namun, menemukan bukti Enhydritherium di Meksiko justru lebih menakjubkan. Fosil sebelumnya menunjukkan bahwa penduduk Amerika melihat migrasi besar-besaran dari utara ke selatan selama periode tersebut.

Kini, fosil tunggal ini mengindikasikan adanya kemungkinan migrasi dari timur ke barat yang juga terjadi. "Berdasarkan apa yang kita ketahui tentang berang-berang hidup, mereka harus dekat dengan air," ujar Tseng.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tanda dan Gejala Kanker Ovarium yang Harus Dicurigai

Tanda dan Gejala Kanker Ovarium yang Harus Dicurigai

Oh Begitu
Karakteristik Hutan Mangrove yang Harus Kamu Ketahui

Karakteristik Hutan Mangrove yang Harus Kamu Ketahui

Oh Begitu
Tren Peningkatan Kasus Covid-19 di Indonesia, Apakah Akibat Omicron? Ini Kata Kemenkes

Tren Peningkatan Kasus Covid-19 di Indonesia, Apakah Akibat Omicron? Ini Kata Kemenkes

Oh Begitu
Studi Ungkap Polusi Nanoplastik Pertama Kali Terdeteksi di Kutub Bumi

Studi Ungkap Polusi Nanoplastik Pertama Kali Terdeteksi di Kutub Bumi

Fenomena
3 Tahapan Metamorfosis Tidak Sempurna

3 Tahapan Metamorfosis Tidak Sempurna

Oh Begitu
Pengertian Sabana serta Contoh Flora dan Faunanya

Pengertian Sabana serta Contoh Flora dan Faunanya

Oh Begitu
Gempa Talaud Hari Ini Sudah 9 Kali Susulan, BMKG Tegaskan Bukan Gempa Megathrust

Gempa Talaud Hari Ini Sudah 9 Kali Susulan, BMKG Tegaskan Bukan Gempa Megathrust

Fenomena
Gempa Terkini: M 6,1 Guncang Talaud, Ini Catatan Gempa yang Pernah Terjadi di Sulawesi Utara

Gempa Terkini: M 6,1 Guncang Talaud, Ini Catatan Gempa yang Pernah Terjadi di Sulawesi Utara

Fenomena
Indonesia Didorong Jadi Lumbung Pangan Dunia Lewat Studi Pertanian

Indonesia Didorong Jadi Lumbung Pangan Dunia Lewat Studi Pertanian

Oh Begitu
Sejarah Penemuan Termometer: Penemu dan Perkembangannya

Sejarah Penemuan Termometer: Penemu dan Perkembangannya

Oh Begitu
Bagaimana Bulan Bisa Bersinar Terang di Malam Hari?

Bagaimana Bulan Bisa Bersinar Terang di Malam Hari?

Oh Begitu
Penyakit Tifus: Penyebab, Gejala, dan Jenis-jenisnya

Penyakit Tifus: Penyebab, Gejala, dan Jenis-jenisnya

Kita
Kabar Baik, Populasi Jerapah Meningkat 20 Persen, Ini Kata Ilmuwan

Kabar Baik, Populasi Jerapah Meningkat 20 Persen, Ini Kata Ilmuwan

Fenomena
[POPULER SAINS]: Penyebab Letusan Gunung Krakatau 1883 | Karbon Purba Mars | Fenomena Aphelion | Gunung Merapi Semburkan Awan Panas

[POPULER SAINS]: Penyebab Letusan Gunung Krakatau 1883 | Karbon Purba Mars | Fenomena Aphelion | Gunung Merapi Semburkan Awan Panas

Oh Begitu
Hasil Tes Covid dari Alat RT-LAMP BRIN Diklaim Bisa Keluar Kurang dari Satu Jam

Hasil Tes Covid dari Alat RT-LAMP BRIN Diklaim Bisa Keluar Kurang dari Satu Jam

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.