Kompas.com - 30/05/2017, 16:05 WIB
Ilustrasi Ilustrasi
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com -- Pernahkah Anda melihat wajah anjing Pug dari samping? Bersama dengan Bulldog, Boston Terrier, Shih Tzu, dan Pomeranian; anjing ini termasuk dalam kelompok anjing brachycepalics yang memiliki wajah rata dan hidung yang pesek.

Evolusi ini terjadi setelah pengembangbiakkan yang berabad-abad lamanya. Pengembangbiakkan tersebut memendekkan kepala mereka dari depan ke belakang, melebarkan atap mulut mereka, dan membuat mata mereka menonjol ke luar. Dengan bentuk wajah dan mata tersebut, anjing-anjing ini menjadi sulit bernafas dan mudah terluka.

(Baca juga: Peta Genetika Ungkap Nenek Moyang Anjing Modern)

Untuk mengetahui gen yang mempengaruhi bentuk brachycepalics, sekelompok ilmuwan dan dokter hewan melakukan sebuah penelitian yang kemudian dipublikasikan dalam jurnal Current Biology.

Para peneliti melakukan pemindaian CT dari 374 anjing peliharaan yang datang ke klinik para dokter hewan dan menggunakan hasilnya untuk membuat rekonstruksi wajah anjing berbentuk tiga dimensi (3D).

Mereka menemukan bahwa kerataan wajah pada anjing ternyata bergantung pada jenisnya. Di satu sisi adalah anjing-anjing dengan hidung termancung seperti Smooth Collie dan di sisi lainnya adalah anjing terpesek di dunia, yaitu Pug.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

(Baca juga: 3 Alasan Anjing Suka Bergulung-gulung di Tempat Bau)

Menyelidiki lebih dalam, para peneliti juga menemukan variasi gen yang berpengaruh terhadap panjang wajah anjing dan salah satu yang paling sering ditemukan pada anjing berwajah rata, seperti pug, adalah mutasi yang menahan pertumbuhan SMOC2.

Gen yang tidak hanya ditemukan pada anjing ini berfungsi untuk menciptakan protein yang dapat ditempeli oleh sel dan membangun jaringan. Pada ikan, misalnya, SMOC2 sangat diperlukan untuk perkembangan bentuk wajah yang normal. Semakin SMOC2 pada anjing tertekan, semakin ratalah wajahnya.

Kini, para peneliti berencana untuk mempelajari pengaruh gen lainnya terhadap brachycepalics. Sebab, berdasarkan pengamatan mereka, mutasi SMOC2 hanya sepertiga dari penyebab wajah yang rata pada anjing dan dua per tiga sisanya pasti disebabkan oleh gen lainnya.



Sumber The Verge
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tulang Kelelawar Vampir Raksasa Ditemukan di Gua Argentina

Tulang Kelelawar Vampir Raksasa Ditemukan di Gua Argentina

Oh Begitu
Banyak Lansia di Indonesia, IMERI FKUI Luncurkan Modul Healthy Aging

Banyak Lansia di Indonesia, IMERI FKUI Luncurkan Modul Healthy Aging

Oh Begitu
Epidemiolog: Indonesia Bisa Jadi Negara Terakhir yang Keluar dari Krisis Covid-19

Epidemiolog: Indonesia Bisa Jadi Negara Terakhir yang Keluar dari Krisis Covid-19

Kita
POPULER SAINS: Penularan Covid-19 Lewat Jenazah Belum Terbukti | Mengubah Persepsi Orang yang Tak Percaya Corona

POPULER SAINS: Penularan Covid-19 Lewat Jenazah Belum Terbukti | Mengubah Persepsi Orang yang Tak Percaya Corona

Oh Begitu
Cara Mengobati Sariawan pada Anak

Cara Mengobati Sariawan pada Anak

Oh Begitu
Apa Itu Kasus Probable Covid-19? Sering Tak Tercatat Dalam Data Kematian

Apa Itu Kasus Probable Covid-19? Sering Tak Tercatat Dalam Data Kematian

Oh Begitu
Kerusakan Hutan Mangrove Indonesia Tertinggi di Dunia, Ini 3 Aspek Penting Rehabilitasi

Kerusakan Hutan Mangrove Indonesia Tertinggi di Dunia, Ini 3 Aspek Penting Rehabilitasi

Oh Begitu
Kapal Zaman Mesir Kuno Ditemukan di Laut Mediterania

Kapal Zaman Mesir Kuno Ditemukan di Laut Mediterania

Fenomena
Anak-anak Butuh 7 Gelas Air Per Hari, Ini Dampaknya Jika Kekurangan

Anak-anak Butuh 7 Gelas Air Per Hari, Ini Dampaknya Jika Kekurangan

Oh Begitu
Jangan Lewatkan, Malam Ini Puncak Hujan Meteor Delta Aquarid dan Capricornid

Jangan Lewatkan, Malam Ini Puncak Hujan Meteor Delta Aquarid dan Capricornid

Fenomena
Varian Delta Plus Telah Masuk Indonesia, Ini Risikonya Menurut Ahli

Varian Delta Plus Telah Masuk Indonesia, Ini Risikonya Menurut Ahli

Oh Begitu
Letusan Gunung Berapi Super, Perlu Banyak Penelitian untuk Memprediksi

Letusan Gunung Berapi Super, Perlu Banyak Penelitian untuk Memprediksi

Oh Begitu
Pemanasan Global Diprediksi Sebabkan Gelombang Panas yang Intens di Asia Tenggara

Pemanasan Global Diprediksi Sebabkan Gelombang Panas yang Intens di Asia Tenggara

Fenomena
Banyak Hoaks Berkedok Sains Selama Pandemi, Pola Pikir Kritis Bisa Mencegahnya

Banyak Hoaks Berkedok Sains Selama Pandemi, Pola Pikir Kritis Bisa Mencegahnya

Kita
Infeksi pada Mata Disebut Komplikasi Covid-19 Tak Biasa di Brasil

Infeksi pada Mata Disebut Komplikasi Covid-19 Tak Biasa di Brasil

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads X