Kompas.com - 14/05/2017, 21:57 WIB
|
EditorYunanto Wiji Utomo

Baca: Penyelamatan Paus Sperma, Pelajaran Mencintai Satwa

Jika mengetahui paus yang terdampar sudah dalam kondisi mati, maka hal yang paling penting untuk dilakukan adalah tidak memakannya.

Dalam kasus 46 paus pilot terdampar di NTT, warga setempat memotong 10 paus dan membagikan dagingnya untuk dimakan.

Pram yang diwawancara kala itu menuturkan, ada 3 alasan itu dilarang. Pertama, paus merupakan satwa yang dilindungi berdasarkan UU No 5 tahun 1990. jadi, hidup atau mati, tak bisa sembarang dimanfaatkan.

"Dari sisi klinis kesehatan, paus juga memiliki kandungan merkuri dan zat besi yang tinggi," demikian kata Pram. Merkuri bisa memicu beragam masalah kesehatan seperti gangguan saraf dan tumor.

Alasan ketiga terkait etis. Menurut Pram, paus adalah hewan yang memiliki kedekatan dengan manusia. Paus termasuk mamalia, golongan yang sama dengan manusia.

Baca: Ini Alasan Larangan Konsumsi Daging Bangkai Paus

Hal kedua yang bisa dilakukan bila menjumpai paus dalam kondisi mati adalah membantu pihak berwenang untuk mengoleksi sejumlah bagian tubuh berharga.

Dwi Suprapti, Koordinator Konservasi Spesies Laut WWF Indonesia mengatakan, paus yang mati bisa diambil bagian tubuhnya untuk mendukung analisis DNA.

Analisis DNA berguna untuk mengidentifikasi jenis paus sekaligus mengumpulkan bank genetik jenis-jenis mamalia laut di Indonesia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.