Kompas.com - 26/10/2016, 10:00 WIB
Gempa Bumi Melanda Mentawai pada Rabu (2/3/2016) earthquake.usgs.govGempa Bumi Melanda Mentawai pada Rabu (2/3/2016)
EditorWisnubrata

Belum lagi rekaman peristiwa-peristiwa lain di Indonesia timur dimana tsunami pernah menghantam pulau-pulau kecil di Maluku bahkan dengan ketinggian lebih dari 50 m.

Prof. Shuto dari Tohoku University, Jepang pernah mengatakan tidak ada satu sistem peringatan dini tsunami manapun di dunia yang mampu memprediksi secara akurat estimasi tinggi tsunami untuk kasus tsunami-earthquake.

Untuk itu, keberadaan perangkat monitoring gelombang tsunami sangat penting agar karakteristik lokal dari gelombang tsunami dapat terpantau dengan baik.

Tidak hanya untuk meningkatkan akurasi peringatan dini tsunami, tetapi juga untuk menentukan waktu dan keputusan yang tepat kapan suatu peringatan dini tsunami harus dihentikan, agar di masa depan tidak ada lagi peringatan yang dihentikan justru pada saat tsunami sedang meluluhlantakkan kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil di Indonesia.

Mitigasi Tsunami di Pulau-Pulau Kecil

Agar negara benar-benar bisa hadir dalam memberikan rasa aman kepada segenap masyarakat seperti yang diamanatkan oleh poin pertama konsep Nawa Cita, mitigasi bencana yang terintegrasi dalam konsepsi pembangunan berkelanjutan mutlak sangat dibutuhkan.

Upaya penanggulangan bencana di pulau-pulau kecil mungkin tidak sama dengan penanganan bencana di pulau utama pada umumnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Perlu diketahui bahwa mayoritas penduduk pulau-pulau kecil berada dalam kondisi taraf ekonomi menengah ke bawah. Selain itu, infrastruktur dasar penunjang aktivitas ekonomi umumnya dan tanggap darurat pada saat bencana khususnya juga terbatas.

Untuk kasus tsunami Mentawai contohnya, lokasi pengungsi di beberapa desa di Pulau Pagai Selatan terisolir dan tidak memiliki sumber air bersih dan listrik bahkan sampai beberapa bulan paska tsunami.

Akses transportasi untuk keperluan logistik yang mengandalkan moda transportasi laut juga sangat rentan dihantam oleh tsunami sehingga bisa menghambat proses pemulihan kawasan dan ekonomi paska bencana.

Inisiatif-inisiatif peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana harus dilakukan secara terintegrasi dengan program pembangunan dan pengembangan pulau-pulau kecil.

Hal ini dikarenakan bahwa kapasitas dan ketangguhan dalam menghadapi bencana juga ditentukan oleh kemandirian dan kemampuan ekonomi masyarakat, ketersediaan infrastruktur dasar seperti listrik, internet, air bersih, akses informasi, perhubungan dan lain-lain.

Dalam satu kesempatan, Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti pernah menyampaikan bahwa ‘mitigasi bencana tidak akan pernah berkelanjutan tanpa adanya peningkatan kemampuan ekonomi masyarakat’.

Hal ini benar adanya karena mitigasi bencana harus diarusutamakan secara terintegrasi dengan program pembangunan dan peningkatan ekonomi masyarakat, karena pada saat bencana masyarakat di pulau kecil mungkin harus bertahan dengan sumberdaya dan infrastruktur yang ada di pulau tersebut sampai bantuan datang.

Integrasi program-program pembangunan di pulau-pulau kecil akan sangat membantu percepatan peningkatan kapasitas dan ketangguhan masyarakat pulau kecil dalam menghadapi bencana.

Baru-baru ini Kementerian Koordinator bidang Kemaritim membentuk Kelompok Kerja Nasional Kebencanaan Maritim (Kompas, 20-21 Oktober 2016).

Pokja ini diharapkan mampu mempercepat sinergi program lintas kementerian di pulau-pulau kecil agar pembangunan kawasan terdepan Indonesia berbasis mitigasi bencana dalam terlaksana dan peningkatan kapasitas masyarakat dapat terwujud.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.