Kompas.com - 17/02/2016, 21:52 WIB
EditorYunanto Wiji Utomo

Jadi, jika manusia sampai kini masih tak mampu mekakhlukkan Aedes, sebab utamanya karena manusia belum mampu menumbuhkan kesadaran untuk mengurangi risiko penyakit akibat nyamuk itu.

"Kita belum berupaya maksimal untuk mengendalikan vektor penyakit," kata Suleha. Upaya pengendalian Aedes kadang mengambil cara yang kurang efektif.

Selama 25 tahun, negara-negara Asia Tenggara fokus pada fogging. Suleha menyebut, upaya fogging tidak efektif dalam mengendalikan vektor.

"Yang di-fogging kadang hanya selokan sehingga hanya membunuh nyamuk Culex. Aedes yang banyak berada di dalam rumah tidak mati," ungkapnya.

Selain itu, fogging juga memerlukan biaya besar dan hanya efektif untuk sebulan. Setelah itu, fogging ulang harus dilakukan.

Menurut Suleha, perlu upaya kontrol vektor secara terintegrasi. Gubernur hingga tingkat RT bisa bergerak untuk membuat masyarakat sadar akan bahaya Aedes.

Masyarakat sendiri mulai membuat Aedes menjauh dari lingkungannya dengan langkah-langkah kecil yang sebenarnya sudah sering disosialisasikan.

Langkah itu misalnya menguras bak mandi secara rutin, menjaga kebersihan lingkungan dalam rumah, dan menjaga cahaya matahari tetap masuk ke dalam rumah.

Masyarakat juga bisa menanam tanaman anti-nyamuk, seperti zodia. Bagi yang merancang rumah baru, atap dan talang bisa dirancang sehingga tidak memungkinkan air tergenang.

Mengurasi emisi ternyata juga berperan penting. "Perubahan iklim akan menyediakan kesempatan bagi nyamuk Aedes untuk berkembangbiak dan mengancam kita," jelas Suleha.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.