Kompas.com - 05/04/2015, 04:12 WIB
EditorTri Wahono

KOMPAS.com — Gerhana bulan yang terjadi pada Sabtu (4/4/2015) mendapat perhatian dari berbagai belahan dunia, tak terkecuali Indonesia.

Mereka yang berada di Indonesia termasuk beruntung karena bisa melihat tahap gerhana sepanjang fase puncaknya. Meskipun demikian, di sejumlah wilayah, gerhana kali ini tidak dapat diamati dengan baik karena cuaca mendung.

Peristiwa gerhana kali ini tergolong langka karena fase puncak yang sangat singkat, hanya 4 menit 43 detik, tidak seperti gerhana bulan umumnya yang mencapai puluhan menit. Gerhana semacam ini baru terulang setelah 140 tahun lagi.

Gerhana bulan kali ini juga istimewa karena merupakan satu-satunya peristiwa yang dapat dilihat dari Indonesia sepanjang 2015. Sesuai data NASA, sepanjang 2015 akan terjadi dua gerhana bulan dan dua gerhana matahari.

Keunikan lainnya, gerhana bulan yang kebetulan terjadi pada malam Paskah itu merupakan gerhana bulan tetrad, yakni gerhana bulan total yang terjadi berturut-turut selama empat kali dan disebut blood moon.

Jika Anda tak sempat mengamati gerhana langka tersebut, tidak perlu khawatir. Lihat foto-fotonya di halaman berikut, yang menunjukkan penampakan gerhana bulan di sejumlah negara.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Indonesia

Gerhana bulan dapat diamati dengan baik di Surabaya. Sejumlah pengamat tampak mengarahkan kameranya ke bulan dengan pemandangan sekitar di Pantai Kenjeran. Mereka juga memanfaatkan ornamen patung-patung di kelenteng Kenjeran sebagai obyek pendukung foto gerhana.

SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ Gerhana bulan terlihat di Pantai Kenjeran, Surabaya, Sabtu (4/4/2015) petang. Puncak gerhana bulan tersebut berlangsung lebih pendek dari biasanya, hanya 4 menit 43 detik.

Update: foto gerhana bulan yang dipublikasikan Harian Kompas, Minggu (5/4/2015), menjadi obyek perbincangan karena ada penampakan sosok mirip malaikat di foto tersebut. Namun, fotografer yang mengambil gambar tersebut Bahana Patria Gupta kemudian menjelaskan bahwa sosok tersebut adalah patung mitologi yang dijadikan foreground. (Baca: Bayangan Misterius dalam Foto Gerhana "Kompas", Kenapa Bisa Ada?)

KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA Detik-detik gerhana Bulan di langin Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (4/4/2015) malam.

Di wilayah Yogyakarta dan Pasuruan, Jawa Timur, gerhana bulan juga dapat diamati dengan baik. Bahkan, salah satu astronom amatir di Kota Pasuruan Muhammad Soleh sempat mendokumentasikan prosesi gerhana sejak awal hingga akhir.(Baca: Foto dari Pasuruan Ungkap Kronologi Gerhana Bulan Malam Paskah)

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.