Lubang Hitam Terbesar dari Masa Bayi Jagat Raya Ditemukan

Kompas.com - 26/02/2015, 06:57 WIB
Ilustrasi lubang hitam terbesar dari masa bayi alam semesta yang 12 miliar kali lebih masif dari Matahari beserta dengan kuasar maha terangnya. Zhaoyu Li, Shanghai Astronomical ObservatoryIlustrasi lubang hitam terbesar dari masa bayi alam semesta yang 12 miliar kali lebih masif dari Matahari beserta dengan kuasar maha terangnya.
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com - Astronom menemukan lubang hitam terbesar dari masa bayi jagat raya. Lubang hitam itu terbentuk hanya 900 juta tahun setelah Big Bang.

Lubang hitam tersebut berukuran 12 miliar kali lebih masif dari Matahari. Dengan ukuran itu, lubang hitam tersebut jauh lebih masif dari lubang hitam kuno (terbentuk saat usia alam semesta belum mencapai 1 miliar tahun) terbesar sebelumnya yang 2 miliar lebih masif dari Matahari.

Xu-Bing Wu, astronom dari Peking University di Beijing, mendeteksi lubang hitam itu lewat pengamatan Lijiang Telescope di Yunnan, China.

Mereka tak langsung mengamati lubang hitamnya, melainkan mengamati gas super panas yang bersinar terang bak bintang akibat aktivitas lubang hitam tersebut. Gas panas bercahaya terang itu dinamai kuasar. Lewat pengamatan, astronom mengungkap keberadaan kuasar maha terang pada jarak 12,8 miliar tahun cahaya dari Bumi.

Mengilustrasikan terangnya kuasar yang dinamai SDSS J0100+2802 itu, Wu menerangkan bahwa cahayanya adalah 420 kali lebih terang dari Matahari.

Kuasar maha terang itulah yang menunjukkan adanya pemanasan akibat lubang hitam sangat masif. "Kita pernah melihat kuasar dari masa itu, namun tak satu pun dari mereka (yang berasal dari lubang hitam) dengan massa lebih dari 3 miliar kali Matahari," kata Wu seperti dikutip National Geographic, Rabu (25/2/2015).

Masifnya lubang hitam terbesar dari masa bayi alam semesta itu membuat astronom bertanya-tanya.

"Bagaimana bisa kita bisa memiliki lubang hitam begitu masif saat alam semesta masih sangat muda? Kita belum memiliki teori yang memadai untuk menjelaskannya," ungkap Wu. Lumrahnya, lubang hitam butuh waktu miliaran tahun untuk memakan materi antarbintang serta bergabung dengan lubang hitam lain untuk menjadi sangat masif.

"Penemuan kami memberi tantangan serius pada teori tentang pertumbuhan lubang hitam pada masa awal alam semesta," kata Wu kepada Reuters, Rabu.

Menurut teori, lubang hitam terbentuk saat bintang-bintang pertama di alam semesta mengalami kolaps. Bintang itu sendiri dipercaya sangat besar, ratusan kali lebih masif dari Matahari. Namun dengan ukurannya yang luar biasa, lubang hitam masif yang baru saja diperlukan kemungkinan terbentuk dengan cara berbeda.

Wu mengatakan, lubang hitam supermasif yang baru saja ditemukan mungkin terbentuk lewat proses spesial atau dari bibit lubang hitam yang juga masif.

Sementara itu, Chris Willot dari Canadian Astronomy Data Centre di Victoria seperti dikutip Nature, Rabu, mengatakan, lubang hitam super masif yang baru saja ditemukan mungkin bukan terbentuk akibat kolapsnya satu bintang melainkan lewat runtuhnya awan gas yang maha besar.

Bram Venemans dari Max Planck Institute for Astronomy mengungkapkan, lubang hitam itu mungkin terbentuk dari merger beberapa lubang hitam kecil dari masa awal alam semesta.

Semua itu masih kemungkinan. Wu berniat untuk mempelajarinya. Dengan menggunakan data dari teleskop Hubble, dia juga berniat mengungkap lebih banyak lubang hitam dari masa awal alam semesta. Bukan tidak mungkin, temuan mengejutkan tentang lubang hitam dari masa itu akan ada lagi.


Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X