Kompas.com - 23/10/2013, 14:35 WIB
Rekonstruksi Lukas Panzarin/National Geographic Rekonstruksi "Joe", Parasaurolophus muda yang fosilnya ditemukan oleh pelajar SMA, Kevin Terris.
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com — Meski masih duduk di bangku SMA, Kevin Terris, pelajar The Webbs School, berhasil mengalahkan kejelian paleontolog dalam menemukan fosil dinosaurus.

Terris menemukan dinosaurus tersebut saat sekolahnya mengadakan penggalian bersama pakar palaentolog Raymon M Alf Museum of Paleontology. Sementara paleontolog yang beberapa hari sebelumnya sudah mengobservasi wilayah yang sama dan tak menemukan apa pun, Terris berhasil menemukan fosil berharga.

Dinosaurus yang ditemukan Terris adalah jenis dinosaurus yang sepintas mirip bebek dari sisi mulutnya yang tampak seperti paruh. Disebut Parasaurolophus, dinosaurus itu diperkirakan hidup 75 juta tahun yang lalu.

Terris sebenarnya sudah menemukan fosil tersebut pada tahun 2009. Namun, upaya perizinan untuk penggalian serta penggalian sendiri dan identifikasi membuat hasil penelitian baru diumumkan kali ini. Hasil riset ini dipublikasikan di jurnal PeerJ.

Dinosaurus yang ditemukan sebenarnya masih bayi, diperkirakan berukuran 1,8 meter. Dinamai Joe, fosil ini merupakan fosil dinosaurus paling muda dan kompleks dalam golongannya. Saat dewasa, jenis dinosaurus ini diperkirakan bisa berukuran hingga hampir 8 meter.

Dinosaurus tersebut dahulu hidup di wilayah Amerika Utara bagian barat. Jenis ini dikenal dengan karakteristik tulang berbentuk serupa tabung yang ada di atas kepalanya. Ilmuwan percaya, bagian itu berfungsi menghasilkan suara untuk membantu komunikasi.

Berkomentar tetang penemuannya, Terris mengatakan, "Awalnya saya tertarik melihat sebuah tulang yang menonjol dari sebuah batu. Ketika kita kemudian melihat tengkorak, saya sangat bahagia."

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Banyak dinosaurus golongan Parasaurolophus dewasa telah ditemukan. Namun, temuan ini unik karena merepresentasikan Parasaurolophus kala mudanya. Saat muda, dinosaurus ini hanya punya tonjolan di kepala yang kemudian akan berkembang menjadi organ serupa tabung di kepala.

Andrew Farke dari Raymond M Alf Museum of Paleontology dan timnya melakukan pemindaian untuk merekonstruksi kemampuan vokal yang bisa diproduksi oleh bayi maupun dewasa dinosaurus jenis ini.

"Kalau dewasa dinosaurus ini bisa menghasilkan suara gonggongan, maka bayi dinosaurus ini menghasilkan kicauan," kata Farke seperti dikutip International Business Times, Selasa (22/10/2013).

"Bersama kenampakan visualnya, ciri ini mungkin membantu hewan yang hidup di wilayah yang sama untuk tahu siapa 'bos' dari kelompok itu," ujar Farke.

Berdasarkan sampel tulang, Sarah Werning dari Stony Brook University yang juga terlibat studi ini, mengatakan bahwa dinosaurus itu mati dalam usia yang sangat muda. Dinosaurus punya lingkaran tahun seperti pada pohon. Pada fosil dinosaurus ini, ilmuwan tak menemukan satu lingkaran pun.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Oh Begitu
Apa Itu Sarkoma Jantung, Kanker yang Diidap Virgil Abloh Sebelum Meninggal Dunia?

Apa Itu Sarkoma Jantung, Kanker yang Diidap Virgil Abloh Sebelum Meninggal Dunia?

Oh Begitu
Varian Baru Omicron 500 Persen Lebih Menular, Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Bepergian Saat Nataru

Varian Baru Omicron 500 Persen Lebih Menular, Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Bepergian Saat Nataru

Oh Begitu
Akibat Es Laut Arktik Mencair, Beruang Kutub Kejar dan Mangsa Rusa

Akibat Es Laut Arktik Mencair, Beruang Kutub Kejar dan Mangsa Rusa

Fenomena
Ameer Azzikra Meninggal karena Pneumonia, Begini Kaitan Pneumonia dan Infeksi Ginjal

Ameer Azzikra Meninggal karena Pneumonia, Begini Kaitan Pneumonia dan Infeksi Ginjal

Oh Begitu
Jejak Dinosaurus di Texas Tampak Aneh, Peneliti Menduga Jejak Kaki Depan Sauropoda

Jejak Dinosaurus di Texas Tampak Aneh, Peneliti Menduga Jejak Kaki Depan Sauropoda

Fenomena
5 Minuman yang Baik untuk Asam Lambung

5 Minuman yang Baik untuk Asam Lambung

Kita
Ikan Nila Mengandung Mikroplastik, Ikan di Pulau Jawa Tak Layak Dikonsumsi

Ikan Nila Mengandung Mikroplastik, Ikan di Pulau Jawa Tak Layak Dikonsumsi

Fenomena
5 Manfaat Yodium untuk Kesehatan, Penting untuk Wanita Hamil

5 Manfaat Yodium untuk Kesehatan, Penting untuk Wanita Hamil

Kita
Ikan di 3 Sungai Besar di Pulau Jawa Terkontaminasi Mikroplastik, Studi Jelaskan

Ikan di 3 Sungai Besar di Pulau Jawa Terkontaminasi Mikroplastik, Studi Jelaskan

Fenomena
Fakta-fakta Tikus Mondok Hidung Bintang, Pemangsa Tercepat di Dunia

Fakta-fakta Tikus Mondok Hidung Bintang, Pemangsa Tercepat di Dunia

Oh Begitu
12 Negara Laporkan Kasus Varian Omicron, dari Italia hingga Australia

12 Negara Laporkan Kasus Varian Omicron, dari Italia hingga Australia

Oh Begitu
Gunung Kilauea, Gunung Berapi Paling Aktif yang Meletus Setiap Tahun

Gunung Kilauea, Gunung Berapi Paling Aktif yang Meletus Setiap Tahun

Oh Begitu
Bukan Isap Serbuk Sari, Spesies Lebah Ini Berevolusi Makan Daging

Bukan Isap Serbuk Sari, Spesies Lebah Ini Berevolusi Makan Daging

Oh Begitu
Ameer Azzikra Meninggal Dunia karena Pneumonia, Begini Cara Mencegah Penyakit Ini

Ameer Azzikra Meninggal Dunia karena Pneumonia, Begini Cara Mencegah Penyakit Ini

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.