Kompas.com - 05/06/2013, 07:48 WIB
EditorErlangga Djumena

Tahun 2010, dengan kondisi cuaca lebih basah dari saat ini, produksi tanaman pangan, khususnya padi, tetap terbilang masih bagus. Namun, kondisi alam tak selalu sama persis.

Peringatan disampaikan peneliti hama pada Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Hari Sutrisno. ”Kondisi basah yang membuat kelembaban tinggi akan memicu ledakan hama wereng dan penggerek batang,” kata dia.

Ledakan itu, di antaranya juga disebabkan minimnya populasi lebah parasit musuh alami wereng dan penggerek batang. Parasit itu terganggu pertumbuhannya saat kelembaban tinggi.

Hari mengatakan, Dinas Pertanian Jawa Timur perlu kewaspadaan tinggi saat ini, satu bulan sebelum panen raya padi di Ngawi. ”Bulan Maret-April lalu, wereng dan penggerek batang padi kuning sudah muncul di Ngawi. Waspada sekarang ini,” kata dia.

Ia menyarankan penebaran lebah parasit musuh wereng dan penggerek batang. Laboratorium pengamat hama di Jatim bisa menghasilkan parasit itu.

”Yang dibutuhkan saat ini adalah antisipasi nyata di lapangan. Bila kondisi terus basah seperti sekarang, saya yakin ada produksi pangan dan hortikultura terancam,” kata Hari.(CHE/HEN/SIR/WER/DIA/SIR/ REK/MKN/IDR/MAR/GSA)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.