Temulawak Berkarbonasi

Kompas.com - 26/05/2012, 06:01 WIB
Editor

Oleh Siwi Yunita C

Temulawak berkarbonasi pernah sangat populer tahun 1980-an. Dulu, minuman itu menjadi simbol status dan selalu dihidangkan di pesta-pesta perayaan. Kini, di tengah membanjirnya minuman bersoda, temulawak tetap eksis dengan pasarnya sendiri. 

Rony Hendra Setiadi (36), pengusaha muda dari Banyuwangi, yang memilih tetap mempertahankan minuman temulawak berkarbonasi (beruap) asal Banyuwangi, Jawa Timur. Dengan keterbatasan teknologi dan kian ketatnya persaingan, Rony memilih meninggalkan kehidupannya di Australia untuk menghidupkan lagi minuman tradisional itu.

Rony kini mengoperasikan pabrik temulawak berkarbonasi warisan keluarganya. Ia adalah generasi ketiga dari pendiri pabrik temulawak beruap PL Hawai. Rony mewarisi usahanya dari sang ayah, Boedijanto, yang meninggal tahun 2003. Kakeknya adalah Liem Jun Koen, pendiri pabrik itu.

Dulu, saat berdiri tahun 1960, pabrik itu mungkin menjadi pabrik minuman berkarbonasi paling modern karena sudah memakai mesin pencampur CO2 (karbon dioksida).

Usaha kakeknya berkembang pesat saat digantikan sang ayah sekitar tahun 1970-an. Kala itu, perusahaan soda bermerek internasional belum banyak masuk. Pasar temulawak beruap juga sudah mapan. ”Karyawan ayah saat itu bisa 30 orang,” kata Rony pada pertengahan April lalu.

Saat itulah, pasar temulawak beruap merambah Bali. Boedijanto sendiri turut turun tangan memasarkan minuman tradisional bersoda itu ke kota-kota lain, seperti Situbondo, Bondowoso, dan Bali. Rony masih ingat, tahun 1980-an ayahnya sering kali pergi berhari-hari ke sejumlah kota untuk berbisnis. Kadang ia pergi menggunakan truk pengangkut minuman milik perusahaan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain temulawak, saat itu juga diproduksi minuman soda rasa jeruk atau orson. Sayangnya, orson tak langgeng. Saat Rony menggantikan sang ayah tahun 2003, orson tak diproduksi lagi. ”Terlalu banyak minuman pesaing dengan rasa yang sama,” kata Rony.

Minuman beruap temulawak bertahan di segala zaman. Kemasan, apalagi rasa, tetap abadi. Begitulah kira-kira semboyan keluarga Liem Jun Koen hingga kini. Meski sudah tiga kali berganti generasi, keluarga Liem Jun Koen tetap mempertahankan bentuk, kemasan, hingga rasa temulawak. Konsistensi itu mungkin menjadikan minuman temulawak tetap langgeng.

Pertahankan kemasan

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.