Bumi "Panas-Dingin" Sepanjang Zaman

Kompas.com - 16/05/2012, 03:16 WIB
Editor

Brigitta Isworo Laksmi

Pemanasan global dan perubahan iklim menguasai para pemimpin dan pemikir tingkat global di era ini. Faktanya, bukan kali ini saja Bumi mengalami perubahan iklim. Selain adanya zaman es, iklim Bumi juga terus berubah secara periodik akibat perubahan sudut sumbu Bumi-Matahari yang terus terjadi.

Perubahan iklim di Bumi sebenarnya sering terjadi, bahkan pernah secara intens terjadi. Perubahan iklim Bumi itu antara lain terjadi sesuai dengan zaman es yang setidaknya mulai ada sejak sekitar satu miliar tahun lalu.

Bukti dari terjadinya zaman es antara lain didapatkan dari pemeriksaan terhadap siklus dari mineral karbon yang terkubur di garis khatulistiwa di Pasifik.

Penelitian yang dilakukan Gustaf Arrhenius pada Swedish Deep-Sea Expedition melakukan uji karbon dan pengamatan pada fosil mikro (diatom-makhluk hidup terdiri atas satu atom dan pada foraminifer) yang menunjukkan adanya siklus zaman es-zaman interglasial.

Zaman es ditandai dengan lapisan es di kutub Bumi. Di antara zaman es terdapat era yang disebut sebagai zaman interglasial—ketika Bumi menjadi lebih hangat. Namun, untuk mendapatkan bukti-bukti lain tentang zaman es tidak mudah.

”Tidak banyak arsip (di alam) yang bisa menjadi bukti terjadinya zaman es. Bukti-bukti yang didapatkan juga tidak terlalu banyak,” ujar Pedro Di Nezio dari International Pacific Research Center, School of Ocean and Earth Sciences Universitas Hawaii, akhir Maret, di sela-sela pertemuan para pakar di Lembang, Jawa Barat.

Para pakar dari berbagai bidang tersebut, mulai dari pakar iklim purba (paleoclimate), biologi, hingga geofisika, berkumpul dalam rangka merencanakan pengeboran sampel geologis dari Danau Towuti.

Di Nezio menjelaskan, ”arsip alam” terkait zaman es tersimpan baik-baik di dalam gua ataupun danau-danau dalam. ”Di dalam gua dan danau-danau tersebut relatif tertutup, tidak banyak intervensi dari kondisi luar sehingga kondisi pada zaman es yang hampir satu miliar tahun usianya itu bisa tersimpan dengan baik,” tuturnya.

”Di lautan sebenarnya lebih banyak terdapat rekaman sejarah iklim Bumi. Semuanya tersimpan di dalam sedimen,” kata Di Nezio.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bagaimana Cara Semut Merayap di Dinding dan Melawan Gravitasi?

Bagaimana Cara Semut Merayap di Dinding dan Melawan Gravitasi?

Prof Cilik
Sama-sama Hitam dan Putih, Apa Bedanya Puffin dengan Penguin?

Sama-sama Hitam dan Putih, Apa Bedanya Puffin dengan Penguin?

Oh Begitu
Apa Warna Bulan yang Sebenarnya?

Apa Warna Bulan yang Sebenarnya?

Oh Begitu
Kenapa Hiu Takut terhadap Lumba-lumba?

Kenapa Hiu Takut terhadap Lumba-lumba?

Oh Begitu
Spesies Baru Kungkang Ditemukan, Kepalanya Mirip Kelapa Dikupas

Spesies Baru Kungkang Ditemukan, Kepalanya Mirip Kelapa Dikupas

Oh Begitu
Apa Manfaat Kupu-kupu dalam Ekosistem?

Apa Manfaat Kupu-kupu dalam Ekosistem?

Oh Begitu
Burung Pengicau Berwarna Mencolok Berisiko Punah Lebih Cepat

Burung Pengicau Berwarna Mencolok Berisiko Punah Lebih Cepat

Oh Begitu
Jumlah Darah dalam Tubuh Manusia

Jumlah Darah dalam Tubuh Manusia

Kita
5 Objek Paling Terang di Tata Surya

5 Objek Paling Terang di Tata Surya

Oh Begitu
Orang Suku Maya Kuno Makan Cokelat, Tidak Hanya untuk Persembahan Dewa

Orang Suku Maya Kuno Makan Cokelat, Tidak Hanya untuk Persembahan Dewa

Fenomena
Trenggiling Makan Apa?

Trenggiling Makan Apa?

Oh Begitu
Manfaat Rambutan untuk Daya Tahan Tubuh

Manfaat Rambutan untuk Daya Tahan Tubuh

Oh Begitu
Dari Susu Sapi, Almond sampai Kedelai, Mana yang Paling Baik untuk Kesehatan?

Dari Susu Sapi, Almond sampai Kedelai, Mana yang Paling Baik untuk Kesehatan?

Oh Begitu
Semut Ini Mengobati Kawanannya yang Terluka

Semut Ini Mengobati Kawanannya yang Terluka

Fenomena
Apakah Serangan Jantung Dapat Dicegah?

Apakah Serangan Jantung Dapat Dicegah?

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.