Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ke Mana Perginya Lemak yang Terbakar Saat Olahraga?

Kompas.com - 20/09/2019, 09:17 WIB
Gloria Setyvani Putri

Editor

Sumber

KOMPAS.com - Anda mungkin sudah akrab dengan istilah ‘membakar lemak’, tapi tahukah Anda apa sebenarnya arti istilah tersebut?

Berbeda dengan ampas makanan yang terbuang melalui feses, lemak tidak dikeluarkan melalui jalur yang sama. Lemak melewati serangkaian proses, mulai dari penyerapan sampai akhirnya dikeluarkan tubuh.

Proses penyerapan dan penyimpanan lemak

Pertama-tama, lemak dari makanan yang Anda konsumsi akan diuraikan menjadi molekul yang lebih sederhana berupa asam lemak. Proses penguraian lemak dibantu oleh enzim dari pankreas serta cairan empedu yang diproduksi oleh hati.

Baca juga: Misteri Tubuh Manusia: Kenapa Keringat Rasanya Asin?

Asam lemak kemudian diserap oleh usus halus dan memasuki aliran darah. Dalam aliran darah, asam lemak bergabung dengan kolesterol membentuk kilomikron. Kilomikron berfungsi sebagai pembawa asam lemak menuju berbagai jaringan tubuh.

Lemak berlebih dari hasil pencernaan tidak akan terbuang, melainkan disimpan dalam bentuk sel-sel lemak. Jumlah sel lemak tetap dan tidak dapat berubah. Namun, ukurannya dapat membesar dan mengecil, tergantung pola makan dan aktivitas Anda.

Ukuran sel lemak tidak akan berubah apabila asupan kalori Anda selalu sama setiap hari. Sel-sel lemak dapat membesar jika Anda sering makan makanan tinggi kalori. Sebaliknya, sel-sel ini bisa mengecil saat Anda berolahraga dan beraktivitas fisik.

Ke mana perginya lemak?

Anda kini memahami bahwa olahraga dan aktivitas fisik dapat mengecilkan ukuran sel lemak. Pertanyaan selanjutnya, ke mana lemak ini terbuang? Penelitian yang dimuat dalam British Medical Journal menemukan jawaban menarik dari pertanyaan ini.

Lemak keluar dari tubuh Anda melalui banyak jalur. Sebanyak 84 persen molekul lemak keluar lewat pernapasan dalam bentuk karbon dioksida. Sekitar 16 persen sisanya keluar melalui keringat, air, urine, air mata, dan cairan tubuh lainnya.

Alasannya cukup sederhana. Lemak pada dasarnya adalah senyawa kimia yang terdiri dari atom karbon, hidrogen, dan oksigen. Setelah melalui banyak proses penguraian secara kimiawi, sebagian besar lemak akan terbuang dalam bentuk atom-atom ini.

Mengingat sebagian besar lemak keluar melalui pernapasan, dapat dikatakan bahwa aktivitas fisik yang memacu pernapasan akan membakar kalori lebih banyak. Semakin sering Anda melakukan olahraga yang memacu napas, semakin banyak pula lemak yang terbakar.

Olahraga yang ampuh membakar lemak

Jenis olahraga yang paling cocok untuk membakar lemak adalah olahraga kardio, atau disebut juga dengan olahraga aerobik. Olahraga ini tidak hanya melatih jantung, tapi juga pernapasan sehingga ada lebih banyak lemak yang terbuang.

Semua olahraga yang memacu jantung dan pernapasan dapat dikategorikan sebagai olahraga kardio. Ada beragam olahraga yang termasuk dalam kelompok ini, dari yang berintensitas ringan seperti berjalan kaki, hingga intensitas sedang dan berat seperti:

  • Bersepeda, baik di jalanan maupun dengan sepeda statis
  • Berlari dengan treadmill
  • Berenang
  • Mendaki tangga
  • Senam aerobik dan zumba

Baca juga: Sains Diet, Jangan Takut Berkeringat di Hari Olahraga Nasional

Setiap jenis olahraga kardio memiliki keunggulannya masing-masing. Kuncinya adalah melakukan olahraga secara konsisten dalam jangka waktu panjang (minimal 30 menit setiap hari) agar semakin banyak lemak yang terbuang.

Lemak yang Anda peroleh dari makanan memiliki beragam fungsi bagi tubuh. Namun, lemak juga bisa menumpuk dalam tubuh dan menyebabkan kenaikan berat badan. Inilah fungsi dari aktivitas fisik pembakar lemak.

Aktivitas yang Anda lakukan, terutama olahraga, dapat mengecilkan jumlah timbunan sel-sel lemak dalam tubuh. Lemak berlebih lalu diuraikan dan dikeluarkan melalui jalur yang mungkin tidak Anda duga sebelumnya, yakni pernapasan dan cairan tubuh.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber
Video rekomendasi
Video lainnya


Video Pilihan Video Lainnya >

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com