Berkat Telinga, Cheetah Bisa Berlari Kencang Tanpa Oleng - Kompas.com

Berkat Telinga, Cheetah Bisa Berlari Kencang Tanpa Oleng

Kompas.com - 12/02/2018, 21:00 WIB
Cheetah merupakan hewan darat tercepat Cheetah merupakan hewan darat tercepat

KOMPAS.com - Kecepatan cheetah dalam berlari memantik rasa penasaran Camille Grohe, seorang peneliti hewan. Ia mencari tahu mengapa cheetah tetap bisa mempertahankan keseimbangan meski berlari kencang.

Kepala hewan darat tercepat ini tetap stabil saat sedang berlari kencang. Mata cheetah nyaris tidak terpecah konsentrasinya, hanya fokus ke mangsa.

Rupanya, bukan kaki yang membuat cheetah sanggup tetap berlari kencang. Camille Grohe mengungkapkan, telinga bagian dalam cheetahlah yang justru berperan. Hal ini seperti yang diulas dalam laporan terbaru di Scientific Reports pada Jumat (2/2/2018).

Dalam penelitian ini, para ilmuwan turut membandingkan 21 tengkorak jenis kucing besar. Tujuh diantaranya milik cheetah  yang hidup sekarang.

Hasilnya menunjukkan bahwa telinga cheetah yang hidup saat ini tidak seperti felida yang masih lestari sampai sekarang. Felida adalah jenis kucing besar. Ada perubahan bagian telinga cheetah dari waktu ke waktu.

“Nenek moyang cheetah telah mengembangkan tulang ramping yang memudahkan cheetah berlari sangat cepat. Lalu, telinga bagian dalam yang sensitif terhadap gerakan kepala. Ini menjadikan kepala cheetah tetap stabil sehingga mereka bisa berlari lebih kencang lagi,” imbuh Grohe.

Baca juga : Benarkah Harimau Jawa Belum Punah?

Selanjutnya, dibandingkan kucing besar lainnya, sistem vestibular besar pada cheetah lebih dipengaruhi oleh telinga bagian dalamnya. Sistem vestibular ini yang memunculkan keseimbangan pada cheetah

Saluran telinga yang dimiliki cheetah berbentuk setengah lingkaran. Saluran ini yang membuat pergerakan kepala dan arah mata tetap terfokus saat cheetah berlari.

“Anatomi telinga bagian dalam yang unik ini mencerminkan kepekaan yang meningkat dan respon yang lebih gesit terhadap gerakan kepala,” kata John Flynn, wakil ketua peneliti seperti yang dilansir dari National Geographic, Senin (5/2/2018).

Telinga bagian dalam adalah kunci keseimbangan terjaga dan postur tubuh yang tetap stabil saat cheetah berlari kencang.

Telinga bagian dalam terusun atas tiga saluran setengah lingkaran yang berisi cairan dan sel rambut sensoris. Tiga saluran inilah yang bertugas untuk menentukan gerakan di kepala.

Tiap saluran di telinga bagian dalam merespon gerakan yang berbeda. Satu saluran bertanggung jawab atas gerakan naik-turun. Saluran lainnya peka terhadap gerakan ke samping. Sedangkan saluran berikutnya bertugas untuk gerakan miring dari satu sisi ke sisi yang lain.

Kemampuan cheetah untuk berlari kencang tidak hanya ditunjang oleh telinga bagian dalam.

Tulang belakang yang panjang dan lentur membuat cheetah sanggup mempercepat gerakan dari 0 ke 96 km/jam dalam waktu hanya 3 detik.

Rongga hidung yang besar memungkinkan cheetah menghirup udara saat fase peregangan. Selain itu, otot kuat dan ramping memudahkan tubuh cheetah lebih terdorong ke depan saat berlari.

Baca juga : Kisah Mulli, Harimau Remaja yang Baru Kembali ke Alam Liar

 

 


Komentar
Close Ads X