Seperti Terminator, Kulit Elektronik Ini Bisa Perbaiki Diri Sendiri - Kompas.com

Seperti Terminator, Kulit Elektronik Ini Bisa Perbaiki Diri Sendiri

Kompas.com - 12/02/2018, 18:34 WIB
e-skin e-skin

KOMPAS.com - Pernahkah Anda membayangkan mempunyai kulit yang bisa langsung sembuh saat tergores? Rasanya teknologi semacam ini hanya ada di dalam film seperti Terminator saja, bukan?

Namun, kini teknologi semacam itu akan segera ada di dunia nyata.

Para peneliti dari University of Colorado, AS saat ini tengah mengembangkan e-skin alias kulit elektronik yang dapat memperbaiki diri sendiri segara setelah terluka. Temuan ini dilaporkan dalam jurnal Science Advances.

Kulit elektronik ini merupakan replika kulit sintetis yang meniru banyak sifat kulit asli seperti kelembutan, kelenturan, dan merasakan sentuhan. Uniknya, kulit elektronik ini juga bisa meregenerasi dirinya sendiri.

Baca juga: Rahasia Warna Kulit Manusia Terkuak, Lebih Kompleks dari Dugaan

Para peneliti ini menciptakan lapisan bahan tipis yang tembus pandang. Lapisan ini dilengkapi dengan sensor yang dapat merasakan sentuhan, aliran udara, kelembapan, dan suhu.

Lapisan ini dibuat dari tiga senyawa kimia yang tersedia di pasaranyang dicampur bersama dalam matriks dan nanopartikel perak. Bila kulit elektronik ini dibelah menjadi dua kemudian pada "luka" tersebut diberi tiga senyawa di atas maka ia akan menyembuhkan diri sendiri.

Dengan cara ini, lapisan tersebut dapat pulih hingga sama baiknya dengan yang baru.

Para peneliti berpendapat bahwa mungkin suatu hari kulit elektronik ini bisa digunakan prostetik (penggantian bagian tubuh), robot, atau smart textile.

Sebenarnya, saat ini berbagai laboratorium di seluruh dunia sedang mengembangkan e-skin.
Salah satunya yang diciptakan di Eropa memungkinkan penggunanya memanipulasi obyek virtual tanpa menyentuhnya. Teknologi ini menggunakan magnet.

Sedangkan e-skin yang dikembangkan di Jepang dapat mengubah pakaian pintar menjadi pengendali gerak video game.

Kedua e-skin tersebut berbeda dengan yang terbaru. Salah satunya adalah e-skin terbaru ini dapat di daur ulang.

"Perangkat khusus ini... tidak akan menghasilkan limbah," ungkap Jianliang Xiao, co-author penelitian ini dikutip dari The Verge, Jumat (09/02/2018).

Baca juga: Penyakit Langka Sebabkan 80 Persen Kulit Tubuh Bocah 7 Tahun Melepuh

"Kami ingin membuat eletronik yang ramah lingkungan," sambung asisten profesor teknik mesin di University of Colorado Boulder tersebut.

Meski dianggap bagus, e-skin yang diciptakan oleh Xiao dan koleganya mengakui bahwa ciptaannya ini tidak sempurna. Kulit buatan ini memang lembut, sayangnya, tidak melar seperti kulit manusia.

Xiao mengatakan bahwa dia dan koleganya masih berusaha membuat perangkat ini terukur sehingga lebih mudah diproduksi dan ditanamkan pada untuk implan dan robot.

Dilansir dari Forbes, Minggu (11/02/2018), kulit elektronik ini pada akhirnya dapat menggantikan penutup perangkat dan peralatan elektronik. Tujuannya adalah memberikan tekstur permukaan yang lebih menyenangkan untuk disentuh, berinteraksi dengan lebih banyak pengguna, dan dapat memperbaiki dirinya sendiri.

Kemungkinan ini akan sangat menarik, atau bahkan sedikit menyeramkan. Tapi tentu saja versi saat ini tidak sepenuhnya terlihat, terasa, dan berfungsi seperti kulit asli.


Komentar
Close Ads X