Sisi Jauh Bulan dalam Mimpi Besar China Ungguli AS dan Rusia - Kompas.com

Sisi Jauh Bulan dalam Mimpi Besar China Ungguli AS dan Rusia

Gloria Setyvani Putri
Kompas.com - 04/01/2018, 13:05 WIB
Ilustrasi bulan purnama.Thinkstockphotos Ilustrasi bulan purnama.

KOMPAS.com - Sudah lebih dari satu dekade China berambisi ingin menaklukkan bulan. Rupanya ini bukan keinginan semu belaka.

Rencananya, pada Juni 2018 nanti, China akan meluncurkan komponen pertama Chang'e 4. Ini merupakan misi keempat yang namanya diambil dari nama dewi bulan di China.

Kalau recana ini berhasil, China akan mengungguli negara superpower lain. Sebab, wilayah yang akan dieksplorasi belum pernah dijajaki negara lain, termasuk Amerika Serikat.

Berbicara tentang Chang'e 4 yang akan meluncur pada bulan Juni, China sebelumnya akan mengirim satelit relay yang bakal ditempatkan sekitar 60.000 kilometer di belakang bulan. Satelit ini akan menyediakan jalur komunikasi antara bumi dan bulan.

Baca juga : Mungkinkah China jadi Negara Pertama yang akan Bertemu Alien? 

Setelah itu, China akan meluncurkan bagian keduanya, yaitu kendaraan yang akan mendarat di sisi jauh bulan. Peluncuran ini akan dipandu satelit tadi agar aman saat mendarat.

Seperti diberitakan Guardian, Minggu (31/12/2017), pendaratan di sisi jauh bulan inilah yang belum pernah dilakukan negara lain dan manusia mana pun. Lokasi yang dimaksud China adalah daerah bernama South Pole-Aitken Basin.

Medan yang lebih berbahaya membuat daerah ini jauh lebih sulit dijangkau dibanding pendaratan di sisi bulan yang menghadap bumi.

"Orang-orang China akan menembus perbatasan dengan misi yang menantang secara teknis," kata Brian Harvey, penganalisis ruang angkasa dan penulis China in Space: The Great Leap Forward.

Selain medan yang sulit dan berbahaya seperti yang disebutkan di atas, hal lain yang membuat pendaratan di sisi jauh bulan sulit dilakukan adalah faktor komunikasi.

Hal ini disebabkan oleh lokasinya yang berada di bawah bayang-bayang bulan dan membuat sinyal radio dari bumi terblokir secara otomatis.

Namun, China yakin bahwa satelit relay yang mereka miliki dapat mengatasi hal tersebut.

Ambisi China untuk mengeksplorasi bulan semakin diperkuat dengan rencana mereka yang lain. Saat ini, China sedang menyiapkan cara untuk melakukan pendaratan manusia yang ditargetkan akan terjadi di tahun 2028-2030.

Baca juga : Stasiun Luar Angkasa China Diperkirakan Jatuh ke Bumi Akhir Tahun 

"Masuk akal jika ada dugaan bahwa China akan memiliki warganya di permukaan bulan pada 2030-an. Ini menempatkan mereka pada posisi baik dan mengungguli NASA yang hingga sekarang masih belum memiliki rencana pasti untuk mendaratkan manusia di bulan," ujar Harvey.

Misi eksplorasi bulan yang dilakukan China sudah dimulai sejak 2007 dengan Chang'e 1. Misi ini cukup sederhana dan bertujuan untuk mengorbit di bulan.

Selanjutnya, Chang'e 2 diluncurkan pada 2010. Ini adalah misi yang mengorbit di bulan sebelum melakukan perjalanan melintasi tata surya yang memuncak di flyby, asteroid Toutatis pada 2012.

Dalam misi Chang'e 3 pada 2013, China berhasil mendaratkan rover Jade Rabbit di bulan. Ini merupakan prestasi yang mengesankan, meski China belum dapat menyaingi AS dan Rusia.

Nah, Chang'e 4 inilah yang menjadi peluang China untuk memimpin dalam hal eksplorasi bulan.

PenulisGloria Setyvani Putri
EditorShierine Wangsa Wibawa
Komentar
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM