Sebelum 17 Agustus, Pesawat N219 Ditargetkan Terbang Perdana - Kompas.com

Sebelum 17 Agustus, Pesawat N219 Ditargetkan Terbang Perdana

Yunanto Wiji Utomo
Kompas.com - 10/08/2017, 17:00 WIB
 PT Dirgantara Indonesia, Bandung, membuat pesawat N-219, seperti terlihat Kamis (12/11/2015). Pesawat dengan desain, teknologi, serta interior yang seluruhnya dikerjakan oleh Indonesia ini memiliki banyak kelebihan, antara lain mampu menjelajah ke daerah pelosok yang memiliki landasan pendek. Pesawat ini dikembangkan PT DI bersama Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional. KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO PT Dirgantara Indonesia, Bandung, membuat pesawat N-219, seperti terlihat Kamis (12/11/2015). Pesawat dengan desain, teknologi, serta interior yang seluruhnya dikerjakan oleh Indonesia ini memiliki banyak kelebihan, antara lain mampu menjelajah ke daerah pelosok yang memiliki landasan pendek. Pesawat ini dikembangkan PT DI bersama Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional.

KOMPAS.com - Sebelum perayaan kemerdekaan Indonesia poada 17 Agustus 2017 nanti, pesawat N-219 hasil pengembangan PT Dirgantara Indonesia, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) dan sejumlah lembaga ditargetkan terbang perdana.

"Kita targetkan terbang perdana seminggu ke depan," kata Thomas Djamaluddin, Kepala LAPAN, di sela perayaan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke-22 di Makassar, Kamis (10/8/2017).

Thomas mengungkapkan, N-219 sebenarnya sudah siap diterbangkan. Namun, untuk uji terbang, pihaknya dan PT Dirgantara Indonesia masih harus menunggu sertifikasi dan izin terbang dari pihak terkait. Itu yang belum dikantungi.

"Sebenarnya kemarin (Rabu, 9/8/2017) kita sudah ujicoba lagi. Roda depan sudah bisa mengangkat. Artinya kita sudah bisa uji terbang," jelasnya.

Baca Juga: Habibie: Kalau Saya Bisa Produksi N 250 atau R 80 Tiap Hari...

Jika pengurusan izin lancar, maka sebelum perayaan kemerdekaan Indonesia, N-219 sudah bisa terbang perdana. Setelahnya, perekayasa akan mengevaluasi hasil uji tersebut dan melakukan perbaikan yang diperlukan.

"Biasanya tidak butuh waktu lama lagi untuk perbaikan," ungkap Thomas.

Jika urusan terbang perdana dan perbaikan lancar, pesawat N-219 sudah bisa diproduksi pada 2018. Thomas menyebut, sudah ada pihak yang berminat menggunakan pesawat itu. Menurutnya, Indonesia setidaknya bisa menghasilkan 6 buah pesawat nantinya.

Baca Juga: Produksi N219 Bisa Gerakkan Ekonomi

PenulisYunanto Wiji Utomo
EditorYunanto Wiji Utomo
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM