Suka Main Gadget? Berikut Tips Jaga Kesehatan Mata agar Tak Rusak

Kompas.com - 11/02/2020, 08:23 WIB
Ilustrasi mata iritasi Shutterstock.comIlustrasi mata iritasi

KOMPAS.com - Gawai atau gadget seperti ponsel, komputer, tablet, mungkin tak bisa lepas dari genggaman. Namun, terlalu lama menatap layar gadget dapat memicu gangguan mata.

Penggunaan atau menatap layar terlalu lama bisa menyebabkan beberapa hal seperti mata kering, tidak nyaman, pegal, dan penglihatan kabur (entah jarak jauh ataupun jarak pendek).

Untuk menghindari gangguan pada penglihatan akibat terlalu lama berhadapan dengan radiasi dari layar barang elektronik tersebut, berikut beberapa tips yang bisa Anda lakukan:

Baca juga: Radiasi Layar Gawai Sebabkan Gangguan Mata? Ini Penjelasan Ahli

1. Jangan terlalu lama menatap layar

"Yang masalah itu memang bukan radiasi layar gadgetnya tapi dari durasi atau lamanya melihat ke layar itu," kata Ketua Retina Service dan Dokter Spesialis Maya Subspesialis Vitreoretina JEC, Dr Elvioza SpM(K), Jakarta, Jumat (7/2/2020).

Durasi lama yang dimaksudkan oleh Elvioza, setidaknya 1 sampai 2 jam tanpa jeda.

Terlalu lama menatap layar ini sangat berisiko membuat mata Anda lelah, perih, kering, kabur, juga perubahan anatomi mata (usia di bawah 18 tahun).

Oleh sebab itu, kata dia, ada baiknya Anda juga memperhatikan kondisi mata Anda dan jangan membiarkan juga anak-anak bermain dengan gadget dalam jangka waktu lama.

2. Istirahat

Sangat dianjurkan untuk selalu memberikan jeda atau bahkan istirahatlah setelah menatap layar gawai ataupun komputer.

Setelah cukup lama atau minimal satu jam, usahakan untuk dapat mengistirahatkan mata setidaknya 10-15 menit, dengan tidak lagi menatap layar komputer ataupun ponsel Anda.

"Percuma ya kalau lelah dan perih lama melihat komputer, eh jedanya malah lihat hape, ya sama saja itu enggak istirahat namanya," tuturnya.

3. Melihat jauh

Jeda atau mengistirahatkan mata dari layar gawai juga bisa Anda lakukan dengan melihat ke arah jauh. Setidaknya, memandang sesuatu yang jauhnya minimal enam meter.

"Sesekali coba melihat jauh, bagus juga kalau melihat yang hijau-hijau," kata dia.

Oleh sebab itulah, menurut dia, paling baik beraktivitas di luar ruangan karena selain udara yang baik untuk pernapasan, mata juga bisa istirahat dengan baik dan segar kembali.

Baca juga: Operasi Mata Semakin Efektif dengan Mikroskop 3D, Inikah Manfaatnya?

Untuk diketahui, anak-anak di bawah usia 18 tahun masih sangat rentan terhadap perubahan anatomi mata dan menyebabkan penglihatan yang kabur.

Penggunaan dan melihat gawai terlalu lama lebih berisiko gangguan mata pada anak usia di bawah 18 tahun.

Tetapi, rata-rata untuk usia seseorang yang sudah berada di atas 18 tahun, anatomi pada mata tidak banyak berubah.

Perubahan anatomi mata bisa juga menyebabkan perubahan ukuran kacamata yang akan digunakan.

Memainkan dan menatap layar ponsel terutama pada keadaan gelap dapat merubah anatomi mata, dan gangguan mata akan mulai muncul.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X