Kompas.com - 07/02/2020, 19:31 WIB
Ilustrasi operasi semi robotik (semi-robotic surgery) Ilustrasi operasi semi robotik (semi-robotic surgery)


KOMPAS.com - Perkembangan teknologi robotik telah membantu banyak bidang dalam melakukan efisiensi dan efektivitas atas pekerjaan yang dilakukannya, termasuk dalam operasi mata.

Gangguan mata menjadi penyakit yang banyak diderita oleh masyarakat dunia, seperti katarak dan retina adalah yang paling banyak dialami oleh masyarakat, yang mana gangguan mata ini umumnya mengakibatkan penglihatan yang kabur.

Dalam melakukan operasi katarak dan retina, para dokter mengandalkan mikroskop okuler untuk bisa mendapatkan tampilan mata secara menyeluruh (top-down).

Baca juga: Terapi Robotik untuk Pasien Stroke

Mengadopsi dari teknologi yang telah digunakan di Eropa, teknologi operasi semi robotik ini menjadi pilihan yang lebih baik daripada operasi dengan mikroskop okuler biasa.

Direktur Utama RS JEC Hospitals and Clinics, Dr Setiyo Budi Riyanto mengatakan teknologi ini menjadikan operasi gangguan mata retina dan katarak lebih nyaman dilakukan oleh dokter dan pasien.

Teknologi operasi semi robotik yang dimaksud adalah implementasi teknologi operasi melalui pengaturan komputer dan alat-alat yang digunakan dan dilakukan dokter berdasarkan data dasar gangguan mata pasien yang akan dioperasi.

Baca juga: Seberapa Penting Mempelajari Robotik di Sekolah?

"Kalau operasi full robot itu kita pakai robot, tapi semi robotic itu karena kita setting (atur) dari komputernya saja. Tidak pakai tangan lagi, tapi pakai laser dan setting komputer, jadi yang main benar-benar komputer yang kita setting tadi," kata Budi dalam konferensi pers JEC: Teknologi Semi-robotic Surgery dan Layanan Ophtapmic Trauma, Jakarta, Jumat (7/2/2020).

Penggunaan operasi dengan semi robotik ini, kata Budi, menjadi tindakan operasi yang lebih baik daripada manual. Sebab, akurasi dari pengaturan komputer dan alat-alat teknologi semi robotik itu mencapai 80 persen.

Teknologi operasi semi robotik ini juga dinilai lebih efektif untuk meminimalisir kesalahan dalam operasi mata yang dianggap rentan sekali. Operasi mata dengan teknologi ini diklaim lebih efisien waktu, dari biasanya operasi 2-3 jam, dengan semi robotik ini bisa selesai dalam setengah jam saja.

Baca juga: Teknologi Baru Ini Bantu Ahli Deteksi Alzheimer Lewat Bola Mata



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Libur Lebaran Waspada Hujan Lebat Dampak Cuaca Ekstrem, Ini Daftar Wilayahnya

Libur Lebaran Waspada Hujan Lebat Dampak Cuaca Ekstrem, Ini Daftar Wilayahnya

Fenomena
Penyebab Tekanan Darah Tinggi yang Perlu Anda Waspadai

Penyebab Tekanan Darah Tinggi yang Perlu Anda Waspadai

Kita
4 Makanan yang Harus Dihindari Saat Idul Fitri, demi Cegah Penyakit dan Kenaikan Berat Badan

4 Makanan yang Harus Dihindari Saat Idul Fitri, demi Cegah Penyakit dan Kenaikan Berat Badan

Oh Begitu
Dokter India Peringatkan Bahaya Mandi Kotoran Sapi untuk Cegah Corona

Dokter India Peringatkan Bahaya Mandi Kotoran Sapi untuk Cegah Corona

Kita
Covid-19 di India Membuat Banyak Jenazah Penuhi Tepi Sungai Gangga

Covid-19 di India Membuat Banyak Jenazah Penuhi Tepi Sungai Gangga

Fenomena
3 Tanaman Begonia Baru Endemik Sulawesi, Ada yang Spesies Langka di Asia

3 Tanaman Begonia Baru Endemik Sulawesi, Ada yang Spesies Langka di Asia

Fenomena
Hasil Riset: Sejak 1960, Manusia Ubah Daratan Seluas Eropa-Afrika

Hasil Riset: Sejak 1960, Manusia Ubah Daratan Seluas Eropa-Afrika

Oh Begitu
Daftar Herbal untuk Kolesterol, Cara Alami Turunkan Kolesterol

Daftar Herbal untuk Kolesterol, Cara Alami Turunkan Kolesterol

Oh Begitu
Kasus Covid-19 Harian Melonjak, WHO Peringatkan Bahaya Varian India

Kasus Covid-19 Harian Melonjak, WHO Peringatkan Bahaya Varian India

Oh Begitu
WHO: Tren Kasus Harian Covid-19 di Dunia Stagnan, tetapi Beberapa Negara Naik

WHO: Tren Kasus Harian Covid-19 di Dunia Stagnan, tetapi Beberapa Negara Naik

Oh Begitu
Efek Kebanyakan Minum Kopi dan Berapa Batas Aman Minum Kopi

Efek Kebanyakan Minum Kopi dan Berapa Batas Aman Minum Kopi

Oh Begitu
[POPULER SAINS] 1 Syawal 1442 H Jatuh Besok Kamis | Alasan Idul Fitri Tahun Ini Bertepatan dengan Kenaikan Isa Almasih

[POPULER SAINS] 1 Syawal 1442 H Jatuh Besok Kamis | Alasan Idul Fitri Tahun Ini Bertepatan dengan Kenaikan Isa Almasih

Oh Begitu
7 Herbal untuk Asam Lambung, Ada Bunga Kantil

7 Herbal untuk Asam Lambung, Ada Bunga Kantil

Oh Begitu
Tumbuh Kembang Anak Kembar, Studi Ungkap Lebih Lambat Bicara

Tumbuh Kembang Anak Kembar, Studi Ungkap Lebih Lambat Bicara

Oh Begitu
Hasil Sidang Isbat Idul Fitri: 1 Syawal 1442 H Jatuh pada Kamis, 13 Mei 2021

Hasil Sidang Isbat Idul Fitri: 1 Syawal 1442 H Jatuh pada Kamis, 13 Mei 2021

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X