Ahli Jelaskan Kapan Vaksin Virus Corona Selesai dan 4 Pertanyaan Lainnya

Kompas.com - 05/02/2020, 19:38 WIB
Ilustrasi Virus Corona Stocktrek Images/Getty Images Ilustrasi Virus Corona

Oleh Aubree Gordon dan Florian Krammer

Apakah ada vaksin coronavirus yang sedang dikembangkan?

Usaha untuk mengembangkan vaksin untuk jenis coronavirus baru ini, yang dikenal di kalangan ilmuwan sebagai 2019-nCov, telah dimulai di beberapa organisasi terkait kesehatan di Amerika Serikat, seperti National Institutes of Health.

Para ilmuwan baru saja mulai bekerja, tapi strategi pengembangan vaksin ini akan mendapatkan manfaat dari penelitian yang telah dilakukan sebelumnya mengenai virus yang masih berhubungan dengan 2019-nCov, yakni SARS dan MERS.

Pengembangan vaksin juga mendapatkan bantuan dari kemajuan yang telah dibuat dalam teknologi vaksin seperti vaksin asam nukleat yang merupakan vaksin berbasis DNA dan RNA yang menghasilkan antigen vaksin dalam tubuh Anda sendiri.

Apakah sedang ada pengembangan vaksin yang dilakukan khusus untuk coronavirus baru ini?

Tidak, namun penelitian pada coronavirus lainnya yang masih berkaitan dan telah menyebabkan penyakit parah pada manusia, sebut saja MERS dan SARS, sedang dilakukan. Para ilmuwan tidak memikirkan tentang jenis virus tertentu, karena kami tidak mengetahui bahwa virus ini ada dan dapat menyebabkan penyakit pada manusia sebelum wabah terjadi.

Bagaimana para ilmuwan tahu kapan harus mengembangkan vaksin untuk coronavirus?

Penelitian terhadap vaksin untuk coronavirus yang parah telah dimulai begitu virus tersebut menginfeksi manusia.

Mengingat ini merupakan wabah besar ketiga coronavirus baru yang terjadi dalam dua dekade terakhir dan juga mengingat tingkat keparahan penyakit yang disebabkan oleh virus ini, kita selayaknya mempertimbangkan investasi dalam pengembangan vaksin yang akan secara luas melindungi kita dari virus-virus ini.

Apa saja yang melibatkan penelitian ini dan kapan sebenarnya kita akan memiliki vaksin?

Penelitian ini meliputi perancangan konstruksi vaksin - misalnya, produksi antigen target yang tepat, protein virus yang ditargetkan oleh sistem kekebalan tubuh, serta pengujian setelahnya pada model hewan untuk menunjukkan bahwa vaksin ini protektif dan aman.

Setelah keamanan dan kemanjuran didapatkan, vaksin dapat maju ke tahap selanjutnya, yakni uji klinis pada manusia. Jika vaksin menginduksi respons imun dan perlindungan sesuai yang diharapkan dan ditemukan aman, maka ia dapat diproduksi secara massal untuk vaksinasi pada masyarakat.

Saat ini, kami kekurangan virus yang terpisah atau sampel virus untuk menguji vaksin. Kami juga kekurangan antibodi untuk memastikan vaksin dalam kondisi baik. Kami membutuhkan virus untuk menguji apakah respons imun yang diinduksi oleh vaksin bekerja.

Halaman:
Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ternyata Sebelum Ada Oksigen, Makhluk Hidup di Bumi Menghirup Arsenik

Ternyata Sebelum Ada Oksigen, Makhluk Hidup di Bumi Menghirup Arsenik

Fenomena
Kematian Dokter Gigi akibat Covid-19 Meningkat, Begini Protokol Periksa Gigi

Kematian Dokter Gigi akibat Covid-19 Meningkat, Begini Protokol Periksa Gigi

Kita
BMKG Dukung Mekanisme Riset Potensi Tsunami ITB dan Kajian Sebelumnya

BMKG Dukung Mekanisme Riset Potensi Tsunami ITB dan Kajian Sebelumnya

Kita
BMKG: Hingga Besok, Waspada Potensi Gelombang Tinggi Capai 6 Meter

BMKG: Hingga Besok, Waspada Potensi Gelombang Tinggi Capai 6 Meter

Fenomena
Misteri Menghilangnya Virus Mematikan dari Cacar Zaman Viking sampai SARS

Misteri Menghilangnya Virus Mematikan dari Cacar Zaman Viking sampai SARS

Fenomena
Orang Tanpa Gejala dan Bergejala Covid-19 Memiliki Jumlah Virus Sama

Orang Tanpa Gejala dan Bergejala Covid-19 Memiliki Jumlah Virus Sama

Oh Begitu
Kematian Akibat Covid-19, Data Terbaru IDI Ungkap 228 Tenaga Kesehatan Meninggal Dunia

Kematian Akibat Covid-19, Data Terbaru IDI Ungkap 228 Tenaga Kesehatan Meninggal Dunia

Oh Begitu
Gumpalan Merah Misterius di Pantai Washington, Mungkinkah Gurita?

Gumpalan Merah Misterius di Pantai Washington, Mungkinkah Gurita?

Fenomena
BMKG: Potensi Tsunami 20 Meter untuk Dorong Mitigasi, Bukan Picu Kepanikan

BMKG: Potensi Tsunami 20 Meter untuk Dorong Mitigasi, Bukan Picu Kepanikan

Oh Begitu
Peneliti Ungkap Kromoson Y pada Pria Tak Hanya Mengatur Fungsi Seksual

Peneliti Ungkap Kromoson Y pada Pria Tak Hanya Mengatur Fungsi Seksual

Oh Begitu
Gurun Sahara Pernah Hijau, Bisakah Surga Itu Kembali Lagi?

Gurun Sahara Pernah Hijau, Bisakah Surga Itu Kembali Lagi?

Fenomena
Semprotan Hidung Bisa Hentikan Replikasi Virus Corona, Ilmuwan Jelaskan

Semprotan Hidung Bisa Hentikan Replikasi Virus Corona, Ilmuwan Jelaskan

Fenomena
Mengenaskan, Penguin Ditemukan Mati karena Telan Masker N95

Mengenaskan, Penguin Ditemukan Mati karena Telan Masker N95

Oh Begitu
Pandemi Covid-19, Simak 10 Tips Aman Bersepeda agar Tak Kena Corona

Pandemi Covid-19, Simak 10 Tips Aman Bersepeda agar Tak Kena Corona

Oh Begitu
Covid-19 di Indonesia Belum Terkendali, Ini yang Harus Kita Lakukan

Covid-19 di Indonesia Belum Terkendali, Ini yang Harus Kita Lakukan

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X