Kompas.com - 01/02/2020, 17:33 WIB
Matahari terbenam sempurna di atas lautan dilihat dari Bukit Paralayang Watugupit, Minggu (19/1/2020). KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYAMatahari terbenam sempurna di atas lautan dilihat dari Bukit Paralayang Watugupit, Minggu (19/1/2020).


KOMPAS.com - Langit berwarna biru selalu indah dipandang, tetapi saat senja atau fajar, kenapa warna orange keemasan atau ungu jauh lebih memancar?

Siapa yang tidak menyukai langit senja? Kadang pancaran cahayanya berkilau orange keemasan dengan gradasi ungu violet yang unik.

Bahkan, warna ini juga sering tampak di pagi hari, di saat fajar ketika matahari terbit. Lantas, apa yang menentukan warna langit, baik saat matahari terbit maupun terbenam?

Steven Ackerman, profesor meteorologi dari University of Wisconsin, Madison mengatakan warna-warna matahari terbenam dihasilkan dari sebuah fenomena yang disebut scattering atau pemendaran cahaya.

Baca juga: Puncak Watu Api Melo, Tempat Terbaik Menyaksikan Matahari Terbenam di Ujung Barat Pulau Flores

Molekul dan partikel kecil di atmosfer mengubah arah sinar cahaya, sehingga menyebabkannya berhamburan atau berpendar di udara, seperti dilansir dari Science Daily, Sabtu (1/2/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hamburan memengaruhi warna cahaya yang datang dari langit, tetapi detailnya ditentukan oleh panjang gelombang cahaya dan ukuran partikel.

Gelombang cahaya biru dan ungu yang pendek tersebar oleh molekul di udara melebih spektrum warna lainnya.

Inilah yang menyebabkan mengapa cahaya biru dan ungu mencapai mata kita dari segala arah saat cuaca cerah.

Baca juga: Mars Membiru Saat Senja, Ini Alasannya

Akan tetapi, karena mata kita tidak bisa melihat violet dengan baik, maka langit tampak berwarna biru

Ackerman mengatakan pemendaran juga menjelaskan bagaimana warna matahari terbit dan terbenam.

"Karena matahari rendah di cakrawala, sinar matahari melewati lebih banyak udara saat matahari terbenam dan terbit di pagi hari," jelas Ackerman.

Lebih banyak atmosfer berarti akan lebih banyak molekul untuk yang menyebarkan cahaya ungu dan bitu dari mata.

Jika gelombangnya cukup panjang, semua cahaya biru dan ungu akan keluar dari garis pandang mata.

"Warna-warna lain terus menuju ke mata. Inilah mengapa matahari terbenam sering berwarna kuning, orange, bahkan merah," sambung Ackerman.

Selain itu, karena warna merah memiliki panjang gelombang terpanjang dari setiap cahaya yang tampak, maka matahari berwatna merah ketika berada tepat di cakrawala.

"Di mana lintasannya yang sangat panjang melewati atmosfer menghalangi semua warna lainnya," jelas Ackerman.

Baca juga: Senja Hari Ini, Akan Ada Fenomena Gerhana Merkurius

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.