Kompas.com - 14/01/2020, 18:45 WIB
Ilustrasi robot yang menggantikan fungsi manusia. Thinkstockphotos.comIlustrasi robot yang menggantikan fungsi manusia.

Selain itu, robot ini diklaim dapat menemukan dan mencerna bahan beracun.

Bahkan, ke depan robot ini dapat mengalirkan obat dalam tubuh atau menghilangkan plak dari dinding arteri.

"Mustahil untuk mengetahui aplikasi apa yang akan digunakan untuk teknologi baru apapun. Jadi kami hanya bisa menebak," ujar peneliti senior di tim dari Universitas Vermont, Joshua Bongard.

Robot canggih bernama Xenobot

Robot ini dirancang oleh algoritma evolusi yang dijalankan superkomputer.

Program ini dimulai dimulai dengan menghasilkan konfigurasi tiga dimensi (3D) acak dari 500 hingga 1.000 sel kulit dan jantung.

Setiap desain dari robot dengan panjang kurang dari satu milimeter ini, diuji dalam lingkungan virtual. Tujuannya untuk melihat seberapa jauh bergerak ketika sel-sel jantung diatur detaknya.

Baca juga: Robot Curiosity Selfie di Mars setelah Lakukan Misi Langka

Karena sel-sel jantung berkontraksi dan rileks secara spontan, maka perilaku mereka seperti mesin miniatur yang menggerakan robot itu sampai cadangan energinya habis.

Xenobot, disematkan sebagai nama dari robot kreasi para ilmuwan ini yang diambil dari nama latin katak bercakar Afrika, Xenopus laevis.

Dalam Prosiding National Academy of Sciences, para peneliti menggambarkan bagaimana mereka menjaga sel katak tetap hidup.

Xenobots mungkin dibangun dengan pembuluh darah, sistem saraf dan sel-sel sensorik untuk membentuk mata yang belum sempurna.

Baca juga: Ilmuwan Stanford Bikin Robot Gesit Mirip Anjing Bisa Jungkir Balik

Levin menambahkan dengan membangunnya dari sel mamalia, mereka bisa hidup di tanah kering. Karya ini, imbuh dia, bertujuan untuk mencapai sesuatu yang lebih dari sekadar robot squidgy.

"Tujuannya adalah untuk memahami perangkat lunak dari kehidupan," imbuh Levin.

Penelitian ini adalah program pembelajaran seumur hidup dan didanai US Defense Advanced Research Projects Agency. Bertujuan untuk menciptakan kembali proses pembelajaran biologis dalam mesin.

Namun, penelitian ini juga mendapatkan beberapa pertentangan. Peneliti senior di Oxford Uehiro Centre for Practical Ethics, Thomas Douglas mengkritik tentang status moral xenobot ini.

"Untuk orang-orang ini (ilmuwan), pertanyaan sulit dapat muncul tentang apakah xenobot ini harus diklasifikasikan sebagai makhluk hidup atau mesin," ungkap Douglas.

Baca juga: Gantikan Drone, Ahli Ciptakan Robot Kolibri untuk Misi Penyelamatan

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jangan Abaikan Jamur di Makanan, Berisiko Sebabkan Penyakit Termasuk Kanker

Jangan Abaikan Jamur di Makanan, Berisiko Sebabkan Penyakit Termasuk Kanker

Oh Begitu
Konten TikTok Pembukaan Persalinan Dinilai Pelecehan, IDI Diminta Beri Sanksi Tegas

Konten TikTok Pembukaan Persalinan Dinilai Pelecehan, IDI Diminta Beri Sanksi Tegas

Oh Begitu
Perangi Pemanasan Global, Ilmuwan Ciptakan Cat Paling Putih di Dunia

Perangi Pemanasan Global, Ilmuwan Ciptakan Cat Paling Putih di Dunia

Oh Begitu
BMKG: Siklon Tropis Surigae Tak Memengaruhi Cuaca Jabodetabek

BMKG: Siklon Tropis Surigae Tak Memengaruhi Cuaca Jabodetabek

Fenomena
5 Menu Sahur yang Menjaga Tubuh Tetap Berenergi Selama Puasa

5 Menu Sahur yang Menjaga Tubuh Tetap Berenergi Selama Puasa

Oh Begitu
Tanpa Disadari, Partikel Plastik Ada di Udara yang Kita Hirup

Tanpa Disadari, Partikel Plastik Ada di Udara yang Kita Hirup

Oh Begitu
Okultasi Mars di Malam Ramadhan, Catat Waktunya di Wilayah Indonesia

Okultasi Mars di Malam Ramadhan, Catat Waktunya di Wilayah Indonesia

Fenomena
Daftar Wilayah Indonesia yang Bisa Saksikan Okultasi Mars oleh Bulan Hari Ini

Daftar Wilayah Indonesia yang Bisa Saksikan Okultasi Mars oleh Bulan Hari Ini

Fenomena
Sembelit Selama Puasa, Kenali Tipe, Gejala Sembelit hingga Penyebabnya

Sembelit Selama Puasa, Kenali Tipe, Gejala Sembelit hingga Penyebabnya

Kita
Daftar Wilayah Waspada Banjir di Indonesia, dari Kalimantan hingga Papua

Daftar Wilayah Waspada Banjir di Indonesia, dari Kalimantan hingga Papua

Fenomena
11 Fenomena Hiasi Langit Indonesia Selama Bulan Ramadhan, Catat Jadwalnya

11 Fenomena Hiasi Langit Indonesia Selama Bulan Ramadhan, Catat Jadwalnya

Fenomena
Kekerasan Perawat di Palembang, Ini Sikap Persatuan Perawat Nasional Indonesia

Kekerasan Perawat di Palembang, Ini Sikap Persatuan Perawat Nasional Indonesia

Oh Begitu
Puasa Pasien Pasca-Covid, Ahli Ingatkan Pentingnya Konsumsi Air hingga Kekebalan

Puasa Pasien Pasca-Covid, Ahli Ingatkan Pentingnya Konsumsi Air hingga Kekebalan

Oh Begitu
Vaksin Johnson & Johnson akan Ditinjau CDC, Setelah Laporan Pembekuan Darah

Vaksin Johnson & Johnson akan Ditinjau CDC, Setelah Laporan Pembekuan Darah

Oh Begitu
Monkeydactyl, Dinosaurus Terbang dari China yang Bisa Panjat Pohon

Monkeydactyl, Dinosaurus Terbang dari China yang Bisa Panjat Pohon

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads X