Kompas.com - 09/01/2020, 20:04 WIB
Citra satelit juga menangkap asap pekat yang mengepul hasil dari kebakaran di Austrlia, Selasa (31/12/2019) . science alertCitra satelit juga menangkap asap pekat yang mengepul hasil dari kebakaran di Austrlia, Selasa (31/12/2019) .

KOMPAS.com – Australia tengah berduka. Kebakaran hutan terparah sepanjang sejarah Australia tengah berlangsung sejak akhir Juli 2019.

Sebanyak 27 orang meninggal dunia. Di negara bagian yang terdampak paling parah, New South Wales (NSW), lebih dari 2.000 rumah hancur.

Kebakaran ini mayoritas disebabkan oleh suhu panas yang tinggi serta kekeringan. Perubahan iklim mengubah kondisinya dari buruk, menjadi sangat buruk.

Baca juga: Titik Api dan Asap Kebakaran Hutan Australia Terlihat hingga Luar Angkasa

Mengutip CNN, Kamis (9/1/2020), berikut enam fakta yang harus Anda ketahui tentang kebakaran hutan Australia yang tengah terjadi.

1. Titik api

Titik api tersebar di tiap negara bagian, namun New South Wales adalah negara bagian terparah.

Api telah melahap lahan pertanian, hutan, dan taman nasional seperti Blue Mountains. Beberapa kota besar di Australia juga terdampak, termasuk Melbourne dan Sydney. Api melahap beberapa rumah di kawasan suburban, dan asap tebal memenuhi pusat kota.

Citra satelit (2/1/2020) yang menunjukkan kondisi kebakaran Australia.science alert Citra satelit (2/1/2020) yang menunjukkan kondisi kebakaran Australia.

Pada awal Desember, asap membumbung di langit Kota Sydney sehingga kualitas udaranya mencapai 11 kali level hazardous (berbahaya).

2. Apa penyebab kebakaran?

Setiap tahun, kebakaran hutan memang kerap terjadi karena suhu panas yang cukup ekstrem di Australia. Penyebab alamiah seperti petir membakar beberapa hutan.

Terakhir, petir menyebabkan sejumlah kebakaran di Negara Bagian Victoria. Kebakaran tersebut menyebar hingga 20 kilometer dalam waktu lima jam saja.

Manusia juga merupakan salah satu penyebab kebakaran. Kepolisian NSW menyatakan sedikitnya 24 orang tertangkap menyalakan api di hutan. Sebanyak 183 orang ditahan kepolisian karena kasus terkait api dan kebakaran sejak November 2019.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengenal Pap Smear, Prosedur untuk Mendeteksi Kanker Serviks

Mengenal Pap Smear, Prosedur untuk Mendeteksi Kanker Serviks

Kita
Perbedaan Bioma Stepa dan Sabana

Perbedaan Bioma Stepa dan Sabana

Oh Begitu
Cumi-cumi yang Berenang di Laut Terdalam di Dunia Ditemukan di Filipina

Cumi-cumi yang Berenang di Laut Terdalam di Dunia Ditemukan di Filipina

Oh Begitu
Seismograf, Penemuan Alat Deteksi Gempa yang Pertama Kali Digunakan di China

Seismograf, Penemuan Alat Deteksi Gempa yang Pertama Kali Digunakan di China

Oh Begitu
Mengapa Letusan Gunung Berapi Tonga Sangat Besar dan Menimbulkan Tsunami? Ahli Jelaskan

Mengapa Letusan Gunung Berapi Tonga Sangat Besar dan Menimbulkan Tsunami? Ahli Jelaskan

Fenomena
Mengenal Egg Freezing, Prosedur yang Dijalani Luna Maya untuk Memiliki Anak

Mengenal Egg Freezing, Prosedur yang Dijalani Luna Maya untuk Memiliki Anak

Oh Begitu
Ketahui Gejala Omicron yang Sering Muncul dan Cara Mencegah Penularannya

Ketahui Gejala Omicron yang Sering Muncul dan Cara Mencegah Penularannya

Oh Begitu
Panda Hanya Makan Bambu, Mengapa Tubuh Panda Tetap Besar?

Panda Hanya Makan Bambu, Mengapa Tubuh Panda Tetap Besar?

Oh Begitu
Asteroid Besar Akan Melintas Dekat Bumi Awal Februari, Apakah Berbahaya?

Asteroid Besar Akan Melintas Dekat Bumi Awal Februari, Apakah Berbahaya?

Fenomena
Kanker Ovarium Disebut Silent Killer, Shahnaz Haque: Jangan Takut Pengobatannya, Takutlah Penyakitnya

Kanker Ovarium Disebut Silent Killer, Shahnaz Haque: Jangan Takut Pengobatannya, Takutlah Penyakitnya

Oh Begitu
NASA Sebut Letusan Gunung Api Bawah Laut Tonga 500 Kali Lebih Kuat dari Bom Hiroshima

NASA Sebut Letusan Gunung Api Bawah Laut Tonga 500 Kali Lebih Kuat dari Bom Hiroshima

Fenomena
Studi Baru Ungkap Jumlah Lubang Hitam di Alam Semesta

Studi Baru Ungkap Jumlah Lubang Hitam di Alam Semesta

Oh Begitu
Antisipasi Lonjakan Kasus Omicron, PPKM di Indonesia Diperpanjang dan Dievaluasi

Antisipasi Lonjakan Kasus Omicron, PPKM di Indonesia Diperpanjang dan Dievaluasi

Oh Begitu
[POPULER SAINS]: Mengenal Ular Pucuk | Sopir Kalteng Meninggal Disengat Tawon Vespa | Kepunahan Massal Keenam

[POPULER SAINS]: Mengenal Ular Pucuk | Sopir Kalteng Meninggal Disengat Tawon Vespa | Kepunahan Massal Keenam

Oh Begitu
Proses Pembekuan Sel Telur untuk Apa?

Proses Pembekuan Sel Telur untuk Apa?

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.