Resolusi 2020, Ini Pola Makan untuk Kurangi Risiko Kanker

Kompas.com - 31/12/2019, 13:03 WIB
Ilustrasi kanker paru SHUTTERSTOCKIlustrasi kanker paru

KOMPAS.com - Malas makan buah dan sayuran, serta makan terlaru larut malam ternyata tidak baik bagi kesehatan. Selain itu, Anda juga berisiko tinggi terkena kanker.

Banyak orang mengabaikan gaya hidup untuk mengurangi risiko kanker. Salah satunya adalah kebiasaan mengonsumsi makanan.

Padahal, apa yang dikonsumsi dengan kandungan nutrisinya memiliki pengaruh besar terhadap kondisi tubuh dan ketahanan sistem imun tubuh.

Berikut beberapa hal terkait pola makan yang seharusnya Anda ubah untuk mendapati hidup sehat dan rendah risiko kanker, seperti dilansir dari Mother Nature Network.

Kurangi makan daging merah dan olahannya

Diet menjadi salah satu hal yang sering diharapkan di tahun baru. Namun, diet yang dimaksud bukanlah menahan diri untuk makan. Sebaiknya diet tersebut dilakukan dengan memilah jenis makanan yang akan dikonsumsi.

Berdasarkan laporan Harvard Medical School, konsumsi daging merah dan lemak jenuh berkaitan dengan peningkatan risiko kanker usus besar dan prostat.

Ilustrasi daging merah dan daging putih. Ilustrasi daging merah dan daging putih.

Batasi juga makanan yang dibakar, digoreng, serta daging olahan seperti hot dog, bacon, sosis dan beberapa daging deli.

Hal itu lantaran, dari Badan Internasional untuk penelitian kanker menemukan bahwa makan daging olahan dalam jumlah besar dapat meningkatkan resiko kanker jenis tertentu.

Makan banyak buah dan sayuran

Sebagai ganti dari daging merah dan segala jenis olahannya, makanlah banyak buah-buahan, sayuran dan biji-bijian.

Sebuah studi dari Universitas Harvard menunjukkan bahwa wanita yang makan setidaknya 5,5 cangkir buah dan sayuran setiap hari memiliki risiko lebih rendah terkena kanker payudara dibandingkan dengan wanita yang hanya makan 2,5 cangkir.

Ilustrasi buahfirina Ilustrasi buah

Studi lainnya dari Francis Crisck Institute di Inggris, makan sayuran silangan seperti brokoli, kubis, dan kubis Brussel dapat menurunkan risiko seseorang terkena kanker usus.

Para peneliti menemukan bahwa bahan kimia yang disebut indole-3 dalam sayuran tersebut dapat mengubah sel-sel induk di usus bagian bawah dan mengendalikan peradangan sel-sel kekebalan tubuh.

Diet tinggi serat

Beberapa penelitian juga menemukan bahwa diet tinggi serat diyakini dapat membantu melindungi terhadap kanker kolorektal.

Menurut studi di Institute Nasional de la Sante dan de Recherche Medicale di Prancis, jika mengonsumsi makanan organik, Anda dapat menurunkan risiko terkena kanker sebesar 25 persen.

Studi komprehensif menganalisis diet yang melibatkan 69.000 orang dewasa Prancis.

Para peneliti juga menemukan bahwa partisipan yang mengikuti diet organik memiliki risiko 73 persen lebih rendah terkena kanker linfoma non-Hodgkin dan 21 persen risiko lebih rendah untuk kanker payudara pasca menopause.

Jangan makan larut malam

Kebiasaan yang sering dilakukan yaitu makan terlalu larut malam. Kali ini Anda harus berpikir dua kali untuk makan saat hari sudah terlalu malam.

Sebuah studi pada tahun 2018 menunjukkan bahwa orang yang makan malam setelah jam 10 malam atau kurang dari dua jam sebelum tidur memiliki peluang lebih tinggi terkena kanker payudara atau prostat.

Studi ini telah melibatkan 621 orang di Spanyol yang disurvei dan ditemukan bahwa orang yang secara teratur makam malam sebelum jam 9 malam atau menunggu beberapa jam setelah makan terakhir sebelum tidur, memiliki risiko 26 persen lebih rendah terkena kanker prostat dan 16 persen risiko lebih rendah untuk kanker payudara.

Ilustrasi makanan tinggi kolesterolshutterstock Ilustrasi makanan tinggi kolesterol

" Kanker payudara dan prostat adalah dua kanker yang paling erat kaitannya dengan kerja shift malam dan gangguan sirkadian," kata Manolis Kogevinas, Profesor Riset di Barcelona Institute for Global Health kepada Popular Science.

Penelitian tersebut mencatat bahwa orang yang cenderung makan larut malam sebelumnya, setelah mengikuti pola makan yang lebih sehat, tidur yang cukup dan olahraga yang tepat, ternyata bisa mencegah dari penyakit kanker lainnya.

Kurangi berat badan berlebih

Kelebihan berat badan atau obesitas menjadi sumber risiko berbagai penyakit, termasuk terkena beberapa jenis kanker juga risikonya lebih tinggi. Seperti kanker payudara, hati, ginjal, pankreas, kolorektal, dan lainnya.

Dari WebMD, orang-orang yang kelebihan lemak di daerah lingkar pinggang mungkin berisiko lebih tinggi terkena kanker daripada orang-orang yang kelebihan lemak di pinggul atau paha.

Risikonya akan lebih besar lagi jika berat tubuh Anda semakin berat, dan semakin lama Anda memiliki tubuh yang berlebihan tersebut.

Risiko juga akan berkurang ketika berat badan yang berlebih tadi menghilang. Untuk itu penurunan berat badan terbaik adalah dengan menjaga pola makan sehat dan olahraga.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X