Edukasi Seks Bisa Dilakukan Sejak Anak 2 Tahun, Bagaimana Caranya?

Kompas.com - 11/12/2019, 18:03 WIB
Ilustrasi anak ShutterstockIlustrasi anak

KOMPAS.com – Selama ini, banyak orangtua salah kaprah tentang edukasi seks kepada anak. Persepsi publik saat ini, edukasi seks baru diberikan saat anak menginjak usia remaja.

Padahal, edukasi seks bisa dimulai saat anak berusia 1,5 menuju 2 tahun. Hal itu diungkapkan oleh psikolog anak dan keluarga, Astrid WEN.

“Salah kalau orang bilang edukasi seks dimulai saat anak remaja. Sebenarnya, edukasi seks dimulai sejak dini yaitu usai 1,5 menginjak 2 tahun,” tutur Astrid kepada Kompas.com, Rabu (11/12/2019).

Edukasi seks yang dimaksud Astrid bukanlah pengajaran cara berhubungan seks, melainkan hal paling mendasar yakni gender.

“Anak harus mulai diajari, apakah dia laki-laki atau perempuan. Mengapa tubuhnya sama dengan ayahnya, atau sama dengan ibunya. Apalagi anak usia dua tahun biasanya sudah mulai bertanya, ini (alat vitalnya) apa?” jelas Astrid.

Baca juga: Viral Betrand Peto Sentuh Dada Sarwendah, Ini Kata Psikolog Keluarga

Edukasi seks dimulai saat anak sudah mulai berbicara dan bertanya. Jika belum bisa bertanya, sounding tentang seks bisa dilakukan lewat peringatan tertentu.

“Misal jika anak habis mandi lari-lari tanpa pakaian. Harus diberitahu, jika keluar ruangan harus pakai baju. Jika habis mandi, ayo pakai handuk. Itu termasuk edukasi seks,” tambahnya.

Begitu memasuki usia 3,5 tahun, biasanya anak laki-laki suka memainkan alat vitalnya. Ibu bisa memberitahunya dengan cara ‘jangan begitu, tidak sopan’.

Baca juga: Bagaimana Terapkan Edukasi Seks kepada Anak?

Pada usia sekitar 3 tahun pula, anak yang sebelumnya diberi ASI kerap memegang dada ibunya. Ibu bisa menepis atau memegang tangan anaknya.

“Kemudian bilang, ‘kamu sudah selesai menyusunya. Kalau mau pegang Mama, pegang tangan Mama seperti ini’,” contoh Astrid.

Edukasi seks seperti ini perlu berulang kali diajarkan. Namun yang terpenting, orangtua tidak boleh memarahi apalagi mengancam anaknya. Kaitkan hal-hal yang dilakukan si anak dengan kenyamanan dirinya, serta kenyamanan orangtuanya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ternyata Sebelum Ada Oksigen, Makhluk Hidup di Bumi Menghirup Arsenik

Ternyata Sebelum Ada Oksigen, Makhluk Hidup di Bumi Menghirup Arsenik

Fenomena
Kematian Dokter Gigi akibat Covid-19 Meningkat, Begini Protokol Periksa Gigi

Kematian Dokter Gigi akibat Covid-19 Meningkat, Begini Protokol Periksa Gigi

Kita
BMKG Dukung Mekanisme Riset Potensi Tsunami ITB dan Kajian Sebelumnya

BMKG Dukung Mekanisme Riset Potensi Tsunami ITB dan Kajian Sebelumnya

Kita
BMKG: Hingga Besok, Waspada Potensi Gelombang Tinggi Capai 6 Meter

BMKG: Hingga Besok, Waspada Potensi Gelombang Tinggi Capai 6 Meter

Fenomena
Misteri Menghilangnya Virus Mematikan dari Cacar Zaman Viking sampai SARS

Misteri Menghilangnya Virus Mematikan dari Cacar Zaman Viking sampai SARS

Fenomena
Orang Tanpa Gejala dan Bergejala Covid-19 Memiliki Jumlah Virus Sama

Orang Tanpa Gejala dan Bergejala Covid-19 Memiliki Jumlah Virus Sama

Oh Begitu
Kematian Akibat Covid-19, Data Terbaru IDI Ungkap 228 Tenaga Kesehatan Meninggal Dunia

Kematian Akibat Covid-19, Data Terbaru IDI Ungkap 228 Tenaga Kesehatan Meninggal Dunia

Oh Begitu
Gumpalan Merah Misterius di Pantai Washington, Mungkinkah Gurita?

Gumpalan Merah Misterius di Pantai Washington, Mungkinkah Gurita?

Fenomena
BMKG: Potensi Tsunami 20 Meter untuk Dorong Mitigasi, Bukan Picu Kepanikan

BMKG: Potensi Tsunami 20 Meter untuk Dorong Mitigasi, Bukan Picu Kepanikan

Oh Begitu
Peneliti Ungkap Kromoson Y pada Pria Tak Hanya Mengatur Fungsi Seksual

Peneliti Ungkap Kromoson Y pada Pria Tak Hanya Mengatur Fungsi Seksual

Oh Begitu
Gurun Sahara Pernah Hijau, Bisakah Surga Itu Kembali Lagi?

Gurun Sahara Pernah Hijau, Bisakah Surga Itu Kembali Lagi?

Fenomena
Semprotan Hidung Bisa Hentikan Replikasi Virus Corona, Ilmuwan Jelaskan

Semprotan Hidung Bisa Hentikan Replikasi Virus Corona, Ilmuwan Jelaskan

Fenomena
Mengenaskan, Penguin Ditemukan Mati karena Telan Masker N95

Mengenaskan, Penguin Ditemukan Mati karena Telan Masker N95

Oh Begitu
Pandemi Covid-19, Simak 10 Tips Aman Bersepeda agar Tak Kena Corona

Pandemi Covid-19, Simak 10 Tips Aman Bersepeda agar Tak Kena Corona

Oh Begitu
Covid-19 di Indonesia Belum Terkendali, Ini yang Harus Kita Lakukan

Covid-19 di Indonesia Belum Terkendali, Ini yang Harus Kita Lakukan

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X