Komet yang Datang dari Ruang Antarbintang

Kompas.com - 09/12/2019, 17:05 WIB
Komet Borisov (magnitudo semu +16) bersebelahan dengan galaksi NGC 3513 saat berada di rasi bintang Crater kala diabadikan dengan teleskop raksasa Gemini North (Hawaii) pada 11 Nov 2019 lalu. NSF/Gemini NorthKomet Borisov (magnitudo semu +16) bersebelahan dengan galaksi NGC 3513 saat berada di rasi bintang Crater kala diabadikan dengan teleskop raksasa Gemini North (Hawaii) pada 11 Nov 2019 lalu.

Sedang benda langit kedua adalah asteroid mini bergaris tengah hanya 50 cm yang menerobos selimut udara Bumi sebagai meteor–sangat terang (fireball) di lepas pantai utara pulau Irian pada 8 Januari 2014 silam. Asteroid 08012014 itu baru diidentifikasi sebagai benda langit dari ruang antarbintang pada April 2019 ini.

Baik kedua asteroid maupun komet Borisov memiliki satu ciri khas menonjol. Eksentrisitas orbitnya cukup besar hingga melebihi 1. Bahkan terhadap titik barisenter tata surya, yaitu titik di mana segenap massa tata surya kita diperhitungkan, ketiganya tetap mempunyai eksentrisitas orbit lebih besar dari 1.

Pada komet Borisov eksentrisitas orbitnya 3,2 sementara pada asteroid 08012014 sebesar 2,4 dan pada asteroid Oumumamua sebesar 1,2.

Artinya ketiga benda langit itu memiliki orbit hiperbolik, yakni orbit yang berpusat pada Matahari tetapi bersifat terbuka. Berbeda dengan benda–benda langit anggota tata surya yang telah dikenal saat ini, yang selalu menempati orbit ellips (ellips), yaitu orbit dengan eksentrisitas lebih besar dari 0 namun kurang dari 1.

Orbit ellips merupakan kurva tertutup. Komet–komet tertentu memang dikenal memiliki orbit parabolik, namun saat diperhitungkan kembali ke titik barisenter tata surya ternyata orbitnya tetap berupa ellips meski eksentrisitasnya mendekati 1.

Benda–benda langit berorbit ellips menunjukkan mereka terikat secara gravitasi terhadap tata surya khususnya kepada Matahari sebagai bintang induk.

Sebaliknya asteroid Oumuamua, asteroid 08012014 dan komet Borisov tidak demikian. Mereka hanya kebetulan melintas dalam tata surya tanpa bisa dipaksa mengorbit Matahari layaknya Bumi kita dan kawan–kawannya. Karenanya mereka melesat sangat cepat.

Terdapat besaran kecepatan lebih hiperbolis bagi sebuah benda langit, yang menjadi parameter untuk terikat tidaknya benda langit tersebut kepada tata surya.

Komet dengan orbit paling ellips yang pernah ditemukan (yakni C/1980 E1 Bowell) memiliki kecepatan lebih hiperbolis hanya 3 km/detik. Angka ini merupakan batas kecepatan lebih hiperbolis tertinggi bagi anggota tata surya.

Sebaliknya pada asteroid Oumuamua, asteroid 08012014 dan komet Borisov kecepatan lebih hiperbolisnya jauh lebih besar, masing–masing 26 km/detik, 60 km/detik dan 30 km/detik.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X