Viral Youtuber Prank Ojol, Mengapa Orang Menjual Belas Kasihan?

Kompas.com - 02/12/2019, 17:03 WIB
Ilustrasi ojek online, tarif baru ojek online ShutterstockIlustrasi ojek online, tarif baru ojek online

KOMPAS.com – Baru-baru ini viral sebuah video dari Youtuber Indonesia, yang berisi prank terhadap ojek online (ojol).

Dalam video yang telah dihapus tersebut, Youtuber sengaja melakukan prank dengan memesan makanan dalam jumlah banyak dengan total ratusan hingga jutaan rupiah.

Begitu makanan sampai di rumah, Youtuber tersebut mengaku hanya memesan satu makanan dan uangnya tidak cukup. Pada akhirnya, setelah ojol merasa kelimpungan dan meminta belas kasihan, Youtuber memberikan uang atau barang berharga.

Baca juga: Cerita Baim Wong Dimarahi Satpam Saat Prank di Car Free Day

Youtuber lainnya dari Tanah Air seperti Reza Arap, Jerome Polin, dan Faiz melayangkan kritikan terhadap konten tersebut. Para content creator juga ikut bersuara tentang konten yang tidak manusiawi tersebut.

Fenomena sosial

Mengapa Youtuber bisa membuat konten seperti itu? Psikolog Sosial Hening Widyastuti mengatakan konten tersebut dibuat berdasarkan fenomena sosial di jagat maya.

“Awalnya mereka lihat fenomena tersebut dari public figure yang membuat konten prank di Youtube dengan berbagai macam topik. Misal, public figure menyamar menjadi orang miskin atau gelandangan,” tutur Hening kepada Kompas.com, Senin (2/12/2019).

Konten-konten seperti itu, lanjut Hening, tidak dipungkiri sangat menarik dari segi psikologis.

Artis peran Baim Wong usai bikin prank di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (24/11/2019).  Dok. Garena Artis peran Baim Wong usai bikin prank di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (24/11/2019). Dok. Garena

“Konten seperti ini sangat menstimulus emosi dan rasa belas kasihan kita. Pada akhirnya, jutaan pemirsa melihat konten tersebut. Kemudian orang sadar akan jumlah rupiah yang mengalir ke kantong Youtuber tersebut,” papar Hening.

Baca juga: Ulang Tahun ke-25, Atta Halilintar Siap-siap Di-prank Keluarga

Lalu apa yang terjadi kemudian? Hening menjelaskan bahwa hal tersebut memunculkan ide di kalangan masyarakat luas.

“Mereka mulai berpikir, oh ternyata mudah sekali mencetak uang dengan membuat prank sederhana seperti itu,” tuturnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X