9 Hewan yang Sudah Punah dan Tak Akan Pernah Kita Lihat Lagi

Kompas.com - 02/12/2019, 12:03 WIB
Bajadasaurus pronuspinax memiliki leher dan punggung bertanduk tajak yang diyakini mekanisme pertahanan melawan predator. Bajadasaurus pronuspinax memiliki leher dan punggung bertanduk tajak yang diyakini mekanisme pertahanan melawan predator.

KOMPAS.com - Kepunahan spesies berada di tingkat mengkhawatirkan. Menurut World Wide Fund for Nature (WWF), setiap tahun ada sekitar 10.000 spesies hilang selamanya dari muka bumi.

WWF menyatakan sulit untuk tahu berapa jumlah pastinya karena kita juga tak tahu berapa sebenarnya jumlah spesies yang ada di muka bumi.

Berikut adalah daftar beberapa hewan yang pernah hidup di muka bumi dan tak akan pernah kita lihat lagi.

1. Monyet merah - Red Colobus Miss Waldron (Ghana dan Pantai Gading)

Red Colobus Miss Waldron (Piliocolobus badius waldronae), subspesies dari colobus merah barat yang berasal dari Afrika Barat. Hewan tersebut tak dinyatakan terlihat secara resmi sejak 1978 dan dianggap pundah pada 2000. Namun, bukti baru menunjukkan bahwa sejumlah kecil monyet tersebut tinggal di bagian tenggara Pantai Gading. Red Colobus Miss Waldron (Piliocolobus badius waldronae), subspesies dari colobus merah barat yang berasal dari Afrika Barat. Hewan tersebut tak dinyatakan terlihat secara resmi sejak 1978 dan dianggap pundah pada 2000. Namun, bukti baru menunjukkan bahwa sejumlah kecil monyet tersebut tinggal di bagian tenggara Pantai Gading.
Monyet berukuran sedang ini baru saja dianggap punah sejak awal tahun 2000-an.

Hewan ini ditemukan hidup di perbatasan antara Ghana dan Pantai Gading, dan merupakan spesies yang luar biasa karena mereka tak punya jempol.

Hewan yang lembut ini biasanya hidup dalam gerombolan besar di atas kanopi pepohonan yang tinggi, dan mereka harus mengubah cara bertahan karena penebangan hutan oleh manusia.

Karena kelebatan hutan berkurang, gerombolan mereka menjadi terlalu kecil.

Akibatnya, monyet Red Colobus lebih lemah dalam menghadapi pemangsa, dan mengalami kelemahan genetik akibat perkawinan sedarah.

2. Lumba-lumba Sungai Yangtze (China)

Lumba-lumba air tawar di China, dikenal dengan nama baiji, dipercaya merupakan salah satu mamalia air tawar tertua. Lumba-lumba air tawar di China, dikenal dengan nama baiji, dipercaya merupakan salah satu mamalia air tawar tertua.

Spesies ini diumumkan punah pada 2006. Lumba-lumba Baiji Sungai Yangtze (Lipotes vexillifer) merupakan mamalia air berwarna pucat dan tak seanggun lumba-lumba laut.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X